SURABAYA - Padatnya lalu lintas kawasan Surabaya membawa daya tarik tersendiri untuk mengunjungi sebuah kafe dengan konsep suasana yang lebih damai. Berlokasi di Jalan Joyoboyo Nomor 36, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Studio Damai menjadi alternatif tempat singgah bagi mahasiswa, pekerja, hingga pencinta buku yang ingin menjauh sejenak dari keramaian kota.
Mengusung konsep library cafe, tempat ini memadukan suasana kafe dengan perpustakaan mini. Dari luar, bangunannya tampak eksotis dengan sentuhan gaya vintage. Namun, begitu memasuki ruangan, pengunjung akan langsung disambut rak-rak buku yang memenuhi hampir setiap sudut dinding.
Berbagai genre tersedia di sini, mulai dari filsafat, novel, sejarah, hingga komik. Tak hanya buku-buku populer, sejumlah koleksi lawas atau buku jadul juga tersusun rapi di rak kayu. Kehadiran buku-buku tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang memiliki minat membaca atau sekadar ingin bernostalgia dengan bacaan lama.
Sesuai namanya, suasana di dalam kafe dibuat tenang dan nyaman. Alunan musik yang tidak terlalu keras serta pencahayaan hangat menambah kesan damai. Ruangan ber-AC dengan area duduk yang luas membuat tempat ini kerap dipilih sebagai lokasi mengerjakan tugas atau bekerja secara daring.
Baca Juga : Konsep Waterfront Integrasikan Pariwisata, Budidaya dan Konservasi di Pesisir Surabaya
Harga menu yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Mulai harga Rp13.000, pengunjung sudah dapat menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Pilihan makanan dan minuman cukup beragam, mulai dari kopi, teh, hingga camilan ringan yang cocok dinikmati sambil membaca.
Studio Damai buka setiap hari mulai pukul 10.00–00.00 WIB. Selain area indoor yang nyaman dan berpendingin udara, tersedia pula area outdoor yang cukup luas. Area ini sering dimanfaatkan pengunjung yang ingin suasana lebih terbuka namun tetap tenang. Selain itu, terdapat smoking area sehingga pengunjung tidak perlu khawatir ruangan terkontaminasi asap rokok.
Fasilitas pendukung juga menjadi nilai tambah. Kafe ini menyediakan akses Wi-Fi gratis yang cukup stabil untuk mengerjakan tugas atau bekerja. Selain itu, tersedia toilet dan musala sehingga pengunjung tidak perlu meninggalkan lokasi ketika ingin beribadah.
Baca Juga : Asal Surabaya 5 Artis yang Berhasil Menaklukkan Dunia Hiburan Indonesia
Salah satu pengunjung, Dimas (21), mahasiswa di Surabaya, mengaku sering datang ke Studio Damai untuk mengerjakan tugas kuliah. Ia mengaku mengetahui tempat ini dari rekomendasi teman dan media sosial.
“Tempatnya tenang banget, beda sama kafe-kafe yang biasanya ramai dan berisik. Kalau di sini lebih fokus. Bukunya juga banyak, jadi kalau lagi jenuh nugas, bisa ambil buku dan baca sebentar,” ujarnya saat ditemui di area indoor.
Menurut Dimas, harga yang terjangkau menjadi alasan lain ia memilih tempat ini. “Mulai 13 ribu sudah bisa duduk lama dan pakai Wi-Fi. Buat mahasiswa ini cukup membantu,” katanya. Ia juga menilai konsep library cafe masih tergolong jarang di Surabaya. “Biasanya kalau mau suasana tenang ya ke perpustakaan. Tapi di sini bisa dapat dua-duanya, bisa baca buku sekaligus nongkrong,” tambahnya.
Baca Juga : 5 Mall terpopuler, terbesar di Surabaya.
Keberadaan library cafe menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan ruang publik di perkotaan. Di tengah gaya hidup yang serba cepat, sebagian masyarakat justru mencari tempat yang lebih sunyi dan reflektif. Konsep kafe yang tidak hanya berorientasi pada konsumsi, tetapi juga menyediakan ruang literasi, menjadi alternatif menarik.
Bagi warga Surabaya yang merasa lelah dengan kebisingan kota, Studio Damai di Joyoboyo dapat menjadi pilihan untuk rehat sejenak. Perpaduan gaya vintage, koleksi buku beragam, harga ramah di kantong, serta fasilitas lengkap menjadikan tempat ini layaknya “surga kecil” bagi pencinta buku di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan. (Mamluatus Salimah)
Editor : Iwan Iwe



















