MOJOKERTO - Program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digelar di Kota Mokokerto. Kali ini, program GPM digelar di Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (234/9/2025).
Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Mojokerto yang berjalan lancar dan sukses mendapat apresiasi dari Wali Kota Ika Puspitasari. Menurut Wali Kota, program GPM bukan hanya sekadar pasar murah, tetapi menjadi bukti nyata terjaganya ketahanan pangan di tingkat lokal.
"Kalau kita bicara tiga dimensi ketahanan pangan, alhamdulillah di Kota Mojokerto semuanya sudah terpenuhi. Artinya gerakan yang masif ini sudah mencapai outcome yang diharapkan,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini.
Ning Ita menambahkan program GPM merupakan strategi nasional yang digagas Presiden Prabowo untuk menjaga ketersediaan, distribusi, dan keterjangkauan pangan di masyarakat.
"Kota Mojokerto telah menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara Pemerintah Pusat, daerah dan masyarakat dapat memastikan kebutuhan pangan tetap stabil meski harga di pasar berfluktuasi," tambah Ning Ita.
Kegiatan GPM di Mojokerto juga mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Kejaksaan. Kehadiran aparat penegak hukum ini dinilai penting dalam menjaga kelancaran serta keberlangsungan program di lapangan. Dengan adanya dukungan lintas pihak, Ning Ita optimistis, Kota Mojokerto mampu menjaga ketahanan pangan warganya.
Selain menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan MinyaKita dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET), dalam GPM juga tersedia pula sayuran segar hasil kelompok wanita tani, ikan, dan telur.
Kepala Perum BULOG Cabang Mojokerto, Muhammad Husain menambahkan bahwa setiap kecamatan mendapatkan jatah tiga ton beras SPHP dan 120 liter MinyaKita.
"Masing-masing kecamatan kita siapkan 3 ton beras SPHP dan 120 liter MinyaKita dengan harga dibawah HET," ungkapnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















