TUBAN - Jagat maya dihebohkan oleh sebuah video amatir yang memperlihatkan seorang petani pulang-pergi dari lahan perkebunan dengan cara terbang menggunakan sebuah drone pertanian raksasa. Aksi unik nan nekat ini diketahui terjadi di area persawahan Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Aksi nyeleneh tersebut sukses menarik perhatian warganet dengan berbagai komentar menggelitik di media sosial.
Untuk mengetahui cerita lengkap di balik video yang menghebohkan publik tersebut, berikut adalah empat fakta terkait aksi terbang petani menggunakan drone raksasa di Tuban:
1. Bermula dari Konten Video Iseng
Petani yang berada di dalam video viral tersebut diketahui bernama Daeman, seorang pria berusia 53 tahun asal Kabupaten Jombang. Saat ditemui awak media pada Selasa (7/7/2026) siang, Daeman mengaku bahwa aksi nekatnya terbang di atas area persawahan itu direkam sekitar tiga hari lalu murni sebagai bentuk hiburan. "Awalnya kita kan hanya konten," ungkap Daeman saat diwawancarai.
2. Spesifikasi Drone dan Jarak Tempuh Terbang
Dalam rekaman amatir yang beredar, Daeman tampak sangat santai melayang di udara tanpa rasa takut. Drone pertanian raksasa yang dinaikinya memiliki kapasitas daya angkut mencapai 100 kilogram. Alat ini mampu terbang hingga mencapai ketinggian 15 meter dari permukaan tanah dan menempuh jarak sejauh satu kilometer. Daeman menjelaskan bahwa efisiensi baterai drone tersebut cukup mumpuni. "Satu baterai jarak satu kilo bisa tiga kali," tuturnya.
3. Solusi Cerdas Atasi Kendala Akses Jalan
Meskipun viral karena aksi hiburannya, fungsi utama dari drone tersebut sebenarnya adalah sebagai alat pengangkut hasil tani dan kebutuhan kebun. Daeman menggunakannya untuk membawa bibit pisang Cavendish, pupuk organik, hingga rumput dari sawah. Keputusan menggunakan drone ini terpaksa diambil karena akses jalan menuju lahannya sangat sulit dilewati kendaraan bermotor.
"Karena akses, karena ada tambak, akhirnya disiasati pakai drone," jelas Daeman. Ia juga menambahkan bahwa drone ini baru ia gunakan pada tahun ini dan alat tersebut tidak disewakan kepada pihak lain.
4. Memicu Ketertarikan Petani Lokal Terhadap Teknologi
Aksi Daeman yang pada mulanya hanya sebuah keisengan belaka kini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Keberhasilan Daeman memanfaatkan drone raksasa tersebut sukses menarik perhatian masyarakat dan petani setempat. Para petani di desa itu kini mulai termotivasi untuk ikut memanfaatkan peralatan modern sebagai sarana penunjang kegiatan pertanian demi meningkatkan efisiensi kerja di lahan mereka.
Fenomena di Tuban ini menjadi bukti nyata bagaimana integrasi teknologi modern dalam sektor pertanian dapat mengatasi kendala geografis secara praktis dan efektif. Inovasi penggunaan drone pengangkut oleh Daeman diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam upaya modernisasi pertanian yang berdampak pada peningkatan produktivitas petani secara menyeluruh. (*)
Editor : Iwan Iwe



















