PACITAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda wilayah Kabupaten Pacitan seiring masuknya musim kemarau. Belasan hektare hutan rakyat di Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, hangus dilalap si jago merah pada Selasa siang. Kobaran api bahkan sempat membuat panik warga karena nyaris merembet ke permukiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul sekitar pukul 10.00 WIB. Api diduga berasal dari wilayah desa tetangga, yakni Desa Widoro, sebelum akhirnya meluas akibat tiupan angin kencang.
"Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat merembet hingga memasuki kawasan Desa Sambong dan membakar vegetasi yang mengering," ujar Kapolsek Pacitan, Iptu Yuyun Krisdiantoro.
Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan lokalisir dan pemadaman. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan dua unit mobil water supply dikerahkan ke titik api.
Baca Juga : Pemprov Jatim-BNPB Antisipasi Musim Kemarau dan Petakan Risiko Kekeringan
Proses penjinakan api ini melibatkan personel gabungan dari Damkar Pacitan, Damkar Yonif TP, serta Kodim 0801 Pacitan bersama warga setempat.
Setelah berjuang melawan kepulan asap dan angin kencang, petugas akhirnya berhasil mengendalikan amukan api sebelum menjangkau rumah-rumah warga. Luas lahan yang hangus terbakar diperkirakan mencapai belasan hektare.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare," jelas Yuyun.
Meski api utama sudah padam, petugas gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan (cooling down) tetap dilakukan guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. Polisi belum bisa memastikan apakah kebakaran ini dipicu oleh kelalaian aktivitas manusia atau faktor alam.
Memasuki puncak musim kemarau ini, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan demi mencegah bencana karhutla yang lebih luas.
Editor : Bagoes Ri



















