SURABAYA - Video seorang emak-emak protes ke Kapolri setelah anaknya 13 kali gagal lulus ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Polres Gresik, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 4 menit 57 detik itu, wanita bernama Marita Sani ini mengeluhkan ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik. Wanita asal Kebomas Gresik itu mengungkapkan bila anaknya 13 kali gagal lulus ujian SIM.
"Ini saya mau melapor ke Pak Kapolri. Tadi pagi saya sempat adu mulut di Satlantas Polres Gresik. Saya mengawal anak saya, kenapa kok 13 kali nggak lulus-lulus. Ternyata imbauan Kapolri tidak dipakai di Polres Gresik," kata Marita dalam video tersebut.
Marita menambahkan, ujian SIM di Polres Gresik tidak sesuai dengan imbauan Kapolri agar pengurusan SIM dipermudah.
Baca Juga : Anggota Polres Gresik Raih Juara III Kejurnas Judo Kasad Cup XV 2024
"Ternyata imbauan Pak Kapolri kemarin nggak dipakai, aturannya masih sulit. Ternyata jalan zigzag dan angka delapan itu masih ada. Harusnya Pak Kapolri segera keluarkan surat peraturan baru dalam mempermudah ujian praktik SIM," urai Marita.
Video viral ini, langsung direspon Kombes Pol Taslim Chairuddin, Direktur lalu lintas Polda Jatim. Menurutnya, aksi protes yang dilakukan wanita asal Gresik tersebut, sebagai kritik dan bahan evaluasi.
"Aksi protes itu, saya anggap sebagai kritik dan bahan evaluasi ke depan. Polri tidak ani kritik," ujar Kombes Pol Taslim Chairuddin, Kamis (3/8/2023).
Baca Juga : Polisi Tetapkan Mantan Kades Sekapuk Gresik Tersangka Penggelapan Aset Desa
Meski begitu, Dirlantas Polda Jatim menyayangkan kritikan tersebut karena terkesan menyudutkan.
"Memang benar peristiwa itu terjadi. Namun kita belum mengetahui secara jelas persoalannya," tambahnya.
Kombes Pol Taslim mengungkapkan saat ini Kapolda telah membentuk tim untuk mendalami persoalan ini.
Baca Juga : Puluhan Tersangka Diamankan dalam Operasi Brantas Judi Online dan Narkoba Polres Gresik
"Saat ini, sesuai dengan perintah Bapak Kapolda, sudah dibentuk tim dan dari kami sendiri dari sisi lalu lintas untuk mendalami persoalan ini sesungguhnya seperti apa yang terjadi," terangnya.
Kombes Pol Taslim menambahkan dari kasus ini, dirinya melihat anggota Satlantas Polres Gresik kurang sensitif.
"Saya melihatnya anggota kurang sensitif. Oleh sebab itu, langkah kita memberikan semacam konseling atau pelatihan sehingga tidak sampai menimbulkan persoalan seperti ini,” paparnya.
Baca Juga : Puluhan Warga Gresik Jadi Korban Penipuan Arisan Bodong, Total Kerugian Mencapai Rp1,7 Miliar
Kombes Poll Taslim Chairuddin juga membantah, jika Polres Fresik tidak mematuhi intruksi Kapolri soal pengurusan SIM. (Bagus Setiawan)
Editor : M Fakhrurrozi