MALANG - Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ziarah kubur menjadi momen rutin yang dilakukan masyarakat Muslim di Indonesia. Selain sebagai persiapan spiritual menyambut bulan puasa, ziarah ini juga menjadi sarana untuk mengingat kehidupan akhirat.
Momen ritual keagamaan ini ternyata membawa keberkahan ekonomi bagi para pedagang bunga tabur dan pekerja jasa kebersihan makam. Berkah ekonomi yang mereka rasakan merupakan salah satu rezeki menjelang datangnya bulan Ramadan.
Suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Kota Malang, yang biasanya sunyi, kini dipadati para peziarah. Mereka datang untuk mengirimkan doa bagi leluhur dan keluarga yang telah berpulang.
Di sudut lain TPU, para penjual bunga tabur tak kalah sibuk. Mereka harus melayani antrean pembeli dari berbagai kalangan yang ingin membawa bunga saat berziarah. Salah satu penjual bunga menjelaskan bahwa permintaan bunga tabur meningkat tajam dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, ia mengaku mampu menjual 4 hingga 5 kilogram bunga tabur.
Sementara itu, para pekerja jasa kebersihan makam juga merasakan dampak positif. Mereka banyak dicari peziarah yang ingin makam keluarganya terlihat bersih dan rapi.
“Bunga kenanga sekarang harganya Rp200.000, sedangkan sedap malam Rp250.000 per kilonya. Kalau harga kulakannya naik, harga jual per bungkusnya tetap Rp5.000, cuma isinya lebih sedikit dibandingkan hari biasa,” ujar Sulis, salah satu penjual bunga.
Sulis menambahkan bahwa pendapatannya dari menjual bunga dalam sehari saat momen puncaknya bisa mencapai angka Rp1 juta hingga Rp2 juta.
Di sisi lain, penghasilan tidak menentu juga dirasakan oleh penyedia jasa kebersihan. “Tidak menentu pendapatannya, kadang sehari dapat Rp100.000, kadang juga Rp300.000,” pungkas Samsuri, seorang tukang bersih-bersih makam.
Di balik tradisi taburan bunga harum saat ziarah kubur, kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan. Terdapat berkah rezeki yang menghidupi para pedagang kecil dan pekerja informal di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut bulan suci. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















