Menu
Pencarian


Together for Atopic Skin: Ajak Masyarakat Pahami Gejala Dermatitis Atopik

Selvy Wang - Minggu, 12 Juli 2026 17:30
Together for Atopic Skin: Ajak Masyarakat Pahami Gejala Dermatitis Atopik
Brand Manager Mustela Indira Natalia saat kampanye Together for Atopic Skin di Surabaya, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Selvi Wang)

SURABAYA - Dermatitis atopik atau eksim masih menjadi salah satu penyakit kulit kronis yang banyak dialami anak-anak. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan rasa gatal, tetapi juga dapat mengganggu kualitas tidur hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari anak apabila tidak ditangani sejak dini.

Hal ini menjadi fokus kampanye "Together for Atopic Skin" yang digelar Mustela di Surabaya, Sabtu (11/7/2026). Tujuannya agar masyarakat, khususnya para orang tua, dapat lebih memahami gejala dermatitis atopik, faktor risiko, hingga pentingnya menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit atau skin barrier untuk mengurangi risiko kekambuhan.

Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. FX Clinton, Sp.DVE, mengatakan dermatitis atopik bukan sekadar masalah kulit kering. Menurutnya, penyakit ini terjadi akibat gangguan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier) yang disertai proses peradangan sehingga kulit menjadi lebih sensitif.

"Pada kondisi ini terjadi gangguan pada skin barrier dan peradangan, sehingga kulit menjadi sangat sensitif dan tidak nyaman, terutama pada anak yang belum mampu mengungkapkan keluhannya," ujarnya.

Bahkan berdasarkan data American Academy of Dermatology, sekitar satu dari lima anak mengalami dermatitis atopik. Risiko munculnya penyakit ini lebih tinggi pada anak yang memiliki riwayat alergi, asma, maupun eksim dalam keluarga.

Sementara itu, dokter spesialis anak dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A, mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan anak.

"Rasa gatal yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu waktu istirahat, memengaruhi suasana hati, bahkan berdampak pada hubungan anak dengan orang tua," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, orang tua diimbau mengenali gejala sejak awal, seperti munculnya ruam kemerahan yang berulang pada area pipi, dahi, lipatan tangan, maupun lipatan kaki.

"Skin barrier pada kulit atopik lebih rentan. Karena itu, penting memilih produk yang memang dirancang khusus untuk kulit atopik, dengan formulasi lembut dan dapat digunakan setiap hari untuk membantu menjaga kenyamanan kulit," kata dr. Fihzan.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan keseimbangan mikrobiom kulit memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit.

"Ketidakseimbangan mikroorganisme pada permukaan kulit dapat memicu peradangan sehingga keluhan dermatitis atopik menjadi lebih berat," tambahnya.

Dalam talkshow ini, Brand Manager Mustela, Indira Natalia, menambahkan, masih banyak orang tua yang belum memahami perbedaan antara kulit kering biasa dengan dermatitis atopik.

"Peningkatan literasi kesehatan diperlukan agar gejala dapat dikenali lebih awal dan anak memperoleh penanganan yang sesuai," tuturnya.

Selain itu, masyarakat juga menganggap produk perawatan dermatitis atopik hanya ditujukan bagi bayi. Padahal, penyakit ini dapat dialami oleh semua kelompok usia karena faktor genetik.

"Banyak yang mengira produk Mustela hanya untuk bayi. Padahal, rangkaian Stelatopia dapat digunakan oleh orang dewasa yang memiliki masalah kulit eksim. Karena dermatitis atopik bisa diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak, produk yang dapat digunakan oleh seluruh keluarga bisa menjadi solusi yang praktis," jelasnya

Melalui edukasi ini, Mustela berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa dermatitis atopik merupakan penyakit yang dapat berlangsung jangka panjang dan berpotensi diturunkan secara genetik. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.