JOMBANG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, memberikan sinyal kuat akan kembali maju dalam bursa pemilihan ketua umum pada Muktamar ke-35 NU mendatang. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam kunjungannya ke salah satu pesantren bersejarah tersebut, Gus Yahya menggelar pertemuan terbuka dengan jajaran pengurus Yayasan Ponpes Bahrul Ulum di Ndalem Kasepuhan. Hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Pelaksana Muktamar, KH Abdur Rozaq Sholeh.
Gus Yahya mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk kembali bertarung dalam kontestasi tertinggi warga Nahdliyin ini. Ia mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral yang belum sepenuhnya terselesaikan pada periode kepengurusannya saat ini.
"Ada beberapa utang program yang belum terealisasi karena adanya dinamika yang terjadi di luar kendali kami," ujar Gus Yahya seusai pertemuan.
Ia menegaskan, jika kembali diberikan amanah dan kesempatan oleh para kader serta pengurus wilayah untuk memimpin PBNU, ia berkomitmen penuh untuk melunasi seluruh janji-janji program yang pernah ia sampaikan pada muktamar sebelumnya.
Di sisi lain, Gus Yahya mengaku sangat bersyukur atas terpilihnya Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi utama perhelatan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi karena merupakan pondok pesantren peninggalan salah satu tokoh pendiri NU, KH Wahab Chasbullah.
Ia berharap pelaksanaan muktamar di bumi pendiri NU ini dapat membawa keberkahan, keteduhan, dan ketenangan bagi seluruh warga Nahdliyin.
Sebagai informasi, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan akan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Acara akbar yang dipusatkan di Ponpes Tambakberas Jombang ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Editor : Bagoes Ri



















