Menu
Pencarian


TKA dan Kesejahteraan Profesional Guru

Portaljtv.com - Rabu, 15 Juli 2026 12:42
TKA dan Kesejahteraan Profesional Guru
Mahmudah

Kemendikdasmen meluncurkan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk melihat peta kekuatan dan kelemahan pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah. TKA resmi menggantikan ANBK mulai tahun 2025. Hasil TKA SMA pada tahun pertama tidak hanya menggambarkan potret kemampuan siswa, tetapi juga menjadi validasi nilai rapor, khususnya bagi siswa yang masuk PTN melalui jalur SNBP. Hasil TKA tahun 2026 diwacanakan menjadi salah satu bahan pertimbangan diterimanya siswa pada jalur SNBP. Fokus belajar siswa tidak hanya mengejar nilai tinggi agar bisa lolos sebagai peserta eligible, tetapi juga menyiapkan langkah strategis agar pilihan mata pelajaran TKA sesuai dengan jurusan kuliah yang dituju. Ketepatan dalam menentukan langkah strategis tersebut sangat berpengaruh terhadap masa depan pendidikan mereka.

Data resmi capaian hasil TKA SMA tahun ajaran 2025/2026 berdasarkan statistik nasional menunjukkan nilai rerata mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris 24,93. Pencapaian nasional yang relatif rendah menjadi tantangan bagi sekolah, terutama guru, untuk meningkatkan capaian TKA. Hasil tersebut tidak hanya menunjukkan potret kemampuan siswa dalam bidang literasi, numerasi, dan penalaran, tetapi juga menjadi salah satu gambaran efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan guru. Hal ini berkaitan dengan bagaimana guru mengantarkan siswa menyelesaikan seluruh capaian pembelajaran di SMA sekaligus mempersiapkan mereka agar memperoleh hasil TKA yang baik dan mampu meningkatkan rerata sekolah dari tahun sebelumnya.

TKA bukan sekadar soal hafalan. Siswa diminta menganalisis data, mengevaluasi argumen, dan memecahkan masalah kontekstual. Siswa dituntut berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, cara mengajar guru juga harus mengarah pada pembelajaran HOTS dan mendalam. Hal ini tentu bukan tugas yang ringan. Selama ini guru disibukkan menyelesaikan capaian pembelajaran pada Fase E dan F dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi bagi guru kelas XII yang juga harus mempersiapkan siswa mengikuti UTBK. Selain itu, beban administrasi guru masih cukup tinggi, ditambah tugas tambahan sebagai operator Dapodik maupun bendahara BOS. Kondisi tersebut membuat waktu guru untuk membaca referensi atau merancang proyek pembelajaran menjadi semakin terbatas.

Guru tetap berupaya meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk terus meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, implementasi TKA perlu dibarengi dengan dukungan yang membuat guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan percaya diri. Ketika guru memperoleh dukungan tersebut, semangat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran akan semakin tumbuh. Guru pun akan lebih leluasa menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga mampu menghasilkan siswa yang kreatif, inovatif, dan siap menyelesaikan soal-soal TKA yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Baca Juga :   TKA dan Kesejahteraan Profesional Guru

Permasalahan di sekolah terkait TKA harus disikapi secara positif. TKA sudah menjadi kebijakan nasional yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah. Sekolah perlu menyiapkan strategi agar hasil TKA tahun 2026 mengalami peningkatan. Hal yang dapat dilakukan antara lain: (1) guru meningkatkan profesionalitas dalam memahami materi pelajaran agar lebih mendalam dan lebih kontekstual dengan kehidupan nyata siswa sehingga siswa merasakan manfaat mempelajari materi tersebut. Guru juga membiasakan siswa berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara kreatif. (2) Sekolah menyiapkan infrastruktur untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam sehingga siswa memahami tujuan pembelajaran dan manfaat materi dalam kehidupan sehingga proses belajar menjadi lebih nyaman. (3) Kepala sekolah memiliki strategi yang tepat agar guru dapat menyelesaikan capaian pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi TKA dan UTBK.

Semua sekolah tentu memiliki strategi yang beragam untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Strategi tersebut akan lebih mudah tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan sekolah memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan profesional guru dan kualitas pembelajaran siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya lulus dengan nilai ijazah yang baik, tetapi juga memperoleh hasil TKA yang optimal sehingga memiliki peluang lebih besar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, profesionalisme guru juga akan terus berkembang seiring meningkatnya dukungan terhadap kesejahteraan mereka. (*)

Oleh: Mahmudah, SMA Al Muslim

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.