KOTA MALANG - Menjelang azan Magrib, aneka minuman dingin selalu menjadi incaran untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Di antara berbagai pilihan takjil, cincau hijau tetap menjadi favorit karena rasanya yang segar sekaligus dikenal baik untuk tubuh.
Minuman tradisional ini dipercaya membantu meredakan gangguan lambung seperti maag serta berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, terutama bagi penderita hipertensi ringan hingga sedang. Tak heran jika cincau hijau kerap dipilih sebagai sajian pembuka saat berbuka puasa.
Meski kini penjual cincau hijau tidak sebanyak dulu, masyarakat tetap bisa menikmatinya dengan membuat sendiri di rumah. Bahannya sederhana dan prosesnya pun cukup mudah.
Untuk membuat cincau hijau, siapkan sekitar 40 lembar daun cincau yang sudah tua dan berwarna hijau pekat serta 1 liter air matang. Daun diremas dalam wadah sambil ditambahkan air sedikit demi sedikit hingga sari daun keluar. Setelah itu, saring untuk memisahkan ampas dan airnya. Ulangi proses penyaringan agar hasilnya maksimal.
Baca Juga : Ramadhan Makin Nikmat dengan Air Kelapa Bakar yang Menyehatkan
Air sari cincau kemudian didiamkan dalam wadah tertutup dan disimpan di lemari pendingin sampai mengeras membentuk tekstur kenyal seperti agar-agar alami.
Saat akan disajikan, cincau dapat dipotong dadu lalu dipadukan dengan larutan gula merah dan santan matang. Tambahan es batu atau sedikit sirup buah bisa membuat rasanya semakin nikmat dan menyegarkan.
Agar kualitasnya tetap terjaga, cincau sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di kulkas tanpa dicuci terlebih dahulu. Dalam kondisi baik, cincau hijau bisa bertahan hingga sekitar satu minggu.
Baca Juga : Mengenal Apa Itu Kombucha? Minuman Fermentasi Kaya Probiotik dengan Beragam Manfaat Kesehatan
Dengan cara pembuatan yang praktis, cincau hijau rumahan bisa menjadi pilihan takjil sehat, hemat, sekaligus menghadirkan kembali cita rasa tradisional di meja berbuka bersama keluarga. (Prakerin-Fatir)
Editor : JTV Malang



















