SAMPANG - Memasuki awal bulan Ramadan, jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di Kabupaten Sampang, Madura. Uang pecahan Rp2.000 hingga Rp20.000 mulai ditawarkan kepada masyarakat dengan imbalan jasa penukaran berkisar antara 10 hingga 15 persen dari nominal yang ditukar.
Meski Hari Raya Idulfitri masih sekitar tiga pekan lagi, para penyedia jasa sudah menggelar lapak di sejumlah titik strategis. Mereka memanfaatkan momentum Ramadan dengan membuka layanan di tepi jalan dan pusat keramaian, salah satunya di kawasan Alun-Alun Trunojoyo, Sampang.
Kehadiran para penyedia jasa ini menyasar warga, khususnya pengendara yang melintas. Layanan ini dinilai memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan uang baru tanpa harus mengantre di tempat penukaran resmi seperti bank. Pecahan uang kertas baru yang disediakan cukup beragam, mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000, yang biasanya digunakan sebagai angpau saat Lebaran.
Modal Besar, Keuntungan Menggiurkan
Ryan Hariyanti, salah satu penyedia jasa penukaran uang baru, mengaku telah menjalankan usaha musiman ini setiap tahun selama Ramadan. Selain di Sampang, ia juga kerap membuka jasa serupa di wilayah Bangkalan.
“Setiap hari selama bulan Ramadan kami membuka jasa penukaran uang untuk menyediakan stok bagi warga yang belum mendapatkan uang baru, tersedia semua pecahan,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa usaha ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. “Modal yang kami siapkan sekitar Rp50 juta hingga Rp100 juta. Dari modal tersebut, keuntungan yang bisa diperoleh mencapai 15 persen,” tambahnya.
Ryan menjelaskan bahwa tarif jasa penukaran umumnya sebesar Rp10.000 untuk setiap penukaran Rp100.000, atau sekitar 10 persen. Namun, terdapat pula penyedia lain yang mematok tarif hingga 15 persen, tergantung pada kondisi dan ketersediaan stok uang baru.
Puncak Permintaan Jelang Lebaran
Meski sudah mulai membuka lapak, hingga saat ini jumlah peminat masih tergolong sepi. Kondisi ini dipicu oleh belum banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman. Biasanya, permintaan penukaran uang baru akan melonjak tajam mulai sepekan hingga sehari menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pada puncak momentum jelang Lebaran, para penyedia jasa penukaran uang ini mengaku dapat meraup keuntungan bersih hingga Rp2 juta per hari, tergantung pada volume transaksi yang terjadi. (*)
Editor : Iwan Iwe



















