SURABAYA - Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menorehkan prestasi internasional. Kali ini, kolaborasi mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Psikologi berhasil meraih Bronze Medal sekaligus Favorite Poster dalam 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Malaysia.
Keberhasilan meraih Bronze Medal berkat inovasi pembelajaran berbasis permainan Self-Emotion and Linguistics atau yang disingkat SELINGO. Game SELINGO merupakan game edukatif yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan psikologis.
Tim terdiri dari Ainilya Salwa Asyiva (Sastra Inggris) selaku ketua, Devita Permatasari (Psikologi), serta Rava Maulana dari SMK Antartika 2 Sidoarjo jurusan Multimedia sebagai pengembang aplikasi. Mereka berhasil mengalahkan sekitar 600 peserta dari berbagai negara.
Ainilya Salwa Asyiva, mengatakan, game SELINGO menggabungkan konsep Ular Tangga, Truth or Dare, dan kuis dalam satu sistem permainan.
"Pemain yang menjawab pertanyaan dengan benar akan naik level, sedangkan jawaban kurang tepat membuat pemain turun tingkat," ujarnya kepada portaljtv.com, Rabu (4/3/2026).
Keunikan permainan ini, lanjutnya, terletak pada balok berwarna yang merepresentasikan emosi, yakni merah (marah), kuning (bahagia), biru (sedih), dan hijau (tenang).
"Saat pemain berhenti di warna tertentu, muncul pertanyaan reflektif berbahasa Inggris, seperti “Have you felt angry in the last two days? Why?” Mekanisme ini melatih siswa mengekspresikan perasaan sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara aktif, " terangnya.
Salwa menjelaskan gagasan SELINGO berangkat dari kebutuhan menghadirkan metode belajar yang relevan dengan karakter generasi saat ini.
“Kami mengusung game-based learning karena Gen Z dan Gen Alpha cenderung lebih tertarik belajar melalui media interaktif,” tambahnya.
Dari sisi psikologi, Devita merancang konsep emotional awareness melalui pertanyaan reflektif yang membantu pemain mengenali dan memahami kondisi emosinya.
“Urgensinya emotional awareness dalam proses belajar agar siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga belajar memahami kondisi emosinya,” jelasnya.
Persiapan menuju ISS 2026 dilakukan sekitar satu bulan. Tantangan utama terletak pada pengembangan aplikasi yang masih berupa prototipe, termasuk revisi desain dan pengkodean. Dari sisi bahasa, Devita mengaku sempat gugup saat mempresentasikan ide di hadapan peserta dari berbagai negara.
“Awalnya saya merasa deg-degan karena mengetahui bahwa bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus. Namun Salwa meyakinkan saya untuk tetap berbicara sebisa saya,” ujarnya
Untuk mengatasinya, tim rutin berlatih presentasi bersama di hotel maupun di area belakang lokasi lomba sebelum tampil. Ia menambahkan dukungan antaranggota menjadi kunci kepercayaan diri.
“Support antar anggota tim sangat penting agar bisa merasa percaya diri dan tidak tertekan,” tambahnya.
Keberhasilan meraih Bronze Medal dan Favorite Poster pada ISS 2026 melalui inovasi SELINGO menjadi bukti kolaborasi lintas bidang mahasiswa Untag Surabaya dalam menghadirkan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis kesadaran emosi. Capaian ini sekaligus mendorong tim untuk menyempurnakan pengembangan aplikasi yang masih prototipe serta melanjutkan riset efektivitas metode game-based learning yang mereka gagas. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















