KEDIRI - Memasuki pertengahan Juli, ratusan pohon tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Kediri mulai bermekaran. Bunga berwarna putih, kuning, dan merah muda itu membuat suasana kota semakin semarak hingga kerap disebut menyerupai pemandangan musim semi di Jepang.
Fenomena mekarnya tabebuya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengguna jalan. Deretan bunga yang menghiasi pepohonan di sepanjang jalan menghadirkan nuansa berbeda sekaligus mempercantik wajah Kota Kediri.
Sejumlah titik yang kini dipenuhi bunga tabebuya di antaranya berada di Jalan Dhoho, Jalan Mauni, dan Jalan Letjen Suparman. Pohon dengan bunga berbentuk terompet itu tampak bermekaran sehingga menarik perhatian warga yang melintas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan saat ini terdapat sekitar 700 pohon tabebuya yang telah ditanam sejak empat tahun lalu di berbagai ruas jalan."Penanaman tabebuya tidak hanya untuk mempercantik Kota Kediri, tetapi juga sebagai peneduh jalan dan mendukung keberadaan ruang terbuka hijau," ujar Indun.
Selain memperindah kota, keberadaan tabebuya juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi masyarakat.
Meski kerap disebut mirip bunga sakura, tabebuya sebenarnya bukan berasal dari Jepang. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Handroanthus ini berasal dari kawasan tropis Amerika Selatan, seperti Brasil dan Peru.
Karena mampu tumbuh baik di daerah beriklim tropis, tabebuya dinilai cocok dikembangkan di Indonesia, termasuk di Kota Kediri. Setiap musim berbunga, pohon ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan lanskap perkotaan. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















