SURABAYA - Pemain kelahiran Ternate, Syahrul Lasinari menjadi salah satu rekrutan anyar Persebaya Surabaya dalam menyambut kompetisi Super League 2026/2027. Dia diikat dengan durasi selama semusim.
Syahrul Lasinari bisa menjadi tambahan opsi di lini belakang Persebaya. Ia merupakan pemain bertipe versatile yang bisa diplot sebagai bek sayap maupun stopper.
Bagi Syahrul, bergabung dengan Persebaya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Sebab, klub berjuluk Green Force tersebut merupakan salah satu tim besar.
“Kita semua tahu Persebaya adalah salah satu klub besar di Indonesia dengan sejarah dan basis suporter yang luar biasa,” katanya, Sabtu (20/06/2026).
Baca Juga : Didominasi Eks PSM Makassar, Persebaya Perkenalkan 5 Pemain Baru
“Karena itu, saya merasa bangga mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari tim ini," lanjutnya Syahrul.
Syahrul juga membeberkan alasannya menerima pinangan tim Kota Pahlawan. Salah satunya karena ambisi besar yang dimiliki Persebaya.
“Salah satu alasan saya memilih Persebaya adalah karena saya ingin merasakan pengalaman baru bersama klub yang memiliki ambisi besar,” Syahrul menambahkan.
“Saya melihat Persebaya memiliki target yang jelas untuk musim depan, dan itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” tegasnya.
Ia juga bertekad memberikan kontribusi maksimal untuk Persebaya dalam mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen.
“Saya siap memberikan seratus persen kemampuan saya untuk membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan manajemen,” jelasnya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menyambut positif kedatangan Syahrul. Ia sudah mengenal kualitas yang dimiliki oleh mantan pemain PSM Makassar tersebut.
Tavares menilai kehadiran Syahrul bisa menambah pilihan di lini pertahanan. Apalagi, dia bisa dimainkan di beberapa posisi berbeda.
“Dia memiliki pengalaman yang cukup baik dan mampu bermain di beberapa posisi di lini pertahanan," terang Tavares.
"Kehadirannya memberi tambahan kualitas sekaligus kompetisi di lini belakang, dan itu menjadi salah satu alasan kami merekrutnya," tandasnya.
Editor : A.M Azany



















