BLITAR - Kericuhan pecah di depan Stadion Supriyadi Kota Blitar, Kamis sore (13/12/2024), usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persis Solo. Suporter Persis Solo yang nekat datang ke Blitar terlibat aksi saling ejek dan pemukulan dengan pendukung Aremania.
Menanggapi situasi tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Brimob Kediri langsung turun tangan untuk melerai kericuhan antar suporter. Sebanyak 40 suporter Persis Solo yang terlibat dalam peristiwa tersebut segera diamankan dan digiring untuk dipulangkan ke Solo, Jawa Tengah.
Kompol Agus Tri, Kepala Bagian Operasional Polres Blitar Kota, mengonfirmasi bahwa setelah kericuhan tersebut, petugas gabungan langsung melakukan sterilisasi di sekitar Stadion Supriyadi untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah ada petugas atau masyarakat yang terluka dalam kericuhan ini. Kami juga belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama kerusuhan tersebut,” ujar Kompol Agus Tri.
Baca Juga : Pasar Sepi, Para Pedagang Pasar Legi Kota Blitar Ikuti Pelatihan Jualan Online
Menurut keterangan polisi, sekitar 40 suporter dari Persis Solo sebelumnya diketahui datang secara nekad ke stadion yang menjadi kandang bagi Arema FC. Saat ini, petugas gabungan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.
Pihak kepolisian mengimbau agar para suporter selalu menjaga kedamaian dan keamanan saat mendukung tim kesayangan mereka. Keamanan dan kenyamanan publik menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri