SURABAYA - Program Jatim Gaspol Spesial di Studio JTV pada Jumat (20/02/26) menjadi ajang refleksi satu tahun periode kedua kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak.
Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, Mohammad Yasin, menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan ini merupakan langkah awal dalam penguatan sumber daya manusia untuk mempercepat transformasi ekonomi. Ia menegaskan, seluruh capaian yang disampaikan berbasis data resmi dari lembaga yang memiliki kewenangan statistik.
Dalam paparannya, Mohammad Yasin menyebut Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong kemiskinan nasional berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 9,3 persen. Ketimpangan antara desa dan kota juga terus ditekan. Tingkat pengangguran terbuka berada di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 3,7 persen.
“Ya, saya kira memang ini langkah awal ya satu tahun kepemimpinan itu. Tentunya kita butuh respon dari masyarakat. Dan kita juga bisa melihat apa yang kita sampaikan tadi berbasis data. Bukan potret dari kami, tapi memang potret dari sebuah lembaga yang memang punya kewenangan mengeluarkan data. Itu yang pertama. Tentunya, masukan dari masyarakat tadi, dari berbagai perwakilan tinggi, dari partai politik, dari organisasi kemasyarakatan, menjadi penting bagi kami dan Ibu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk bagaimana menyempurnakan kebijakan-bijakan yang untuk semakin meningkatkan keberhasilan kita 4 tahun ke depan,” ujar Mohammad Yasin
Baca Juga : Warga Kediri Geruduk pasar murah yang digelar oleh Pemprov Jatim
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,85 persen, melampaui rata-rata nasional dan tetap menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta.
Di sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono menegaskan, hingga kini telah beroperasi delapan koridor Trans Jatim, termasuk pengembangan di Malang Raya.
"Tahun ini, Pemprov Jatim menargetkan penyelesaian koridor 2 dan 3 di Malang Raya. Selain itu, minimal satu koridor Trans Jatim akan hadir di wilayah Madiun dan sekitarnya, Bojonegoro, Jember, Pamekasan, hingga Kediri," terang Nyono.
Baca Juga : Setahun Khofifah - Emil: Data Bicara, Ekonomi Tumbuh Dan Akses Transportasi Makin Merata
Program ini dinilai membantu masyarakat kecil karena tarif terjangkau, waktu tempuh lebih pasti, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan sistem berbasis aplikasi.
Selain transportasi darat, Pemprov Jatim juga menjalankan program Trans Laut Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kepulauan, khususnya Madura dan sekitarnya, guna memperkuat konektivitas wilayah.
Terkait efisiensi anggaran, Pemprov Jatim menegaskan kebijakan tersebut tidak menjadi kendala. Gubernur memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sementara kegiatan yang kurang signifikan dialihkan ke program prioritas.
Baca Juga : Resmi Dilantik, Muhammad Nabil Kembali Nahkodai KONI Jatim Periode 2025-2029
Pemprov Jatim juga aktif mengajukan program strategis ke kementerian dan lembaga pusat. Sejumlah dukungan berhasil diperoleh, seperti Inpres Jalan Desa, bantuan pembangunan Flyover Taman Pelangi, hingga penguatan infrastruktur di kawasan Teluk Lamong.
Selain itu, Pemprov Jatim juga aktif mengajukan program prioritas ke kementerian dan lembaga pusat. Hasilnya, sejumlah program strategis berhasil diperoleh, seperti Inpres Jalan Desa, bantuan pembangunan flyover Taman Pelangi, hingga dukungan infrastruktur di kawasan Teluk Lamong.
Berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam dokumen RPJMD, Mohammad Yasin menyebut target tahun pertama sebagian besar tercapai. Selain kemiskinan dan pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional. Indikator lain seperti indeks ketimpangan gender, lingkungan hidup, dan reformasi birokrasi juga sesuai target.
Baca Juga : Jatim Jadi Barometer Nasional, Program Sekolah Rakyat Sukses Putus Rantai Kemiskinan
Pertumbuhan ekonomi yang hampir menyentuh 6 persen dinilai tidak lepas dari kebijakan menjaga daya beli masyarakat melalui misi dagang dan pasar murah.
Secara keseluruhan, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara tepat dan berkelanjutan, terutama dengan melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan agar Jawa Timur semakin maju dan berdaya saing. (Yona Salma)
Baca Juga : Gubernur Khofifah Minta Pesta Kembang Api Tahun Baru Ditiadakan
Editor : M Fakhrurrozi



















