PONOROGO - Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ponorogo masih sepi peminat. Seperti halnya SDN Setono, Jenangan. Di tahun ajaran baru ini, sekolah ini hanya mendapat satu siswa. Jumlah tersebut terbilang cukup memprihatinkan bagi sekolah berstatus negeri.
Kepala SDN 1 Setono, Prayitno menuturkan kekurangan murid di sekolahnya ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Meski perolehan siswa tahun lalu lebih banyak jika dibanding tahun ini, yaitu mendapat lima orang siswa.
Menurutnya ada sejumlah faktor mengapa SDN-nya sepi peminat, salah satunya karena wilayah Setono berdekatan dengan sekolah lain. Selain itu juga ada Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Meski hanya satu siswa murid baru tersebut tetap diajar walaupun hanya sendiri. Pihaknya juga masih membuka pendaftaran secara offline, hingga nanti ada tambahan murid baru.
Baca Juga : Pemerintah Resmi Ganti Sistem PPDB Jadi SPMB pada 2025, Ada 4 Jalur Penerimaan
“Karena ada siswanya tetap diajar. Walaupun tenaganya belum PNS tetap diajar dengan aturan yang ada,” ucap Prayitno
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri menjelaskan, kurangnya peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar dikarenakan program keluarga berencana sukses.
“Saya sudah mendapat informasi ada lima Sekolah Dasar yang tidak ada murid baru. Ini menjukkan jika program KB sukses,” ucap Nurhadi Hanuri.
Baca Juga : Jalur Prestasi Nilai Akademik PPDB SMK Dimulai 3 Juli Besok
Namun, pihaknya mendorong agar pihak sekolah mempunyai inovasi baru agar wali murid mau menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri.
Di Ponorogo, tidak hanya SDN Setono saja yang mendapatkan siswa kurang dari pagu, bahkan ada yang sama sekali tidak mendapat siswa. Setidaknya hingga saat ini ada 4 sekolah yang kosong peserta didik baru. (Ega Patria)
Editor : Iwan Iwe