MOJOKERTO - Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan korban longsor di Jalur alternatif wisata Cangar, Pacet, Mojokerto-Batu, Malang.
Tiga korban berhasil ditemukan di dalam mobil Pikap Grand Max, pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Ketiga korban tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan anaknya. Dari identifikasi, ketiganya bernama Fitria Handayani (30), Ahmat Fiki Muzaki (35) dan Mikhayala Faiha Nina Sezen (3) asal Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Sumber Glagah Mojokerto.
Baca Juga : 10 Korban Longsor Pacet-Cangar Ditemukan, Operasi Pencarian Ditutup
Jafat, salah satu kerabat korban mengungkapkan bila satu keluarga ini hendak bersilaturahmi ke rumah nenek di Blitar dan orangtua di Trenggalek.
"Saat hari raya satu keluarga ini menggelar acara lebaran di Trawas. Setelah itu pamit hendak ke neneknya di Blitar dan orang tua di Trenggalek dengan Pikap Grand Max," ujarnya.
Jafat tak menduga mobil Pikap Grand Max nopol S 9137 NI diterjang tanah longsor saat melintas di jalur alternatif Cangar, Pacet Mojokerto-Kota Batu.
Baca Juga : Satu Keluarga Asal Sukodono Sidoarjo Jadi Korban Longsor di Cangar-Pacet
Usai dibersihkan di RSUD Sumber Glagah, jenazah satu keluarga ini dibawa ke rumah duka di Trawas, Mojokerto untuk dimakamkan. Informasi yang didapat, saat ditemukan pasutri ini memeluk sang anak.
Ditemukannya tiga korban ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam bencana tanah longsor di jalur alternatif Cangar, Pacet-Kota Batu.
Sebelumnya, satu korban ditemukan atas nama Majid Zatmo Setio (31) warga Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, yang merupakan sopir mobil Innova Reborn yang ikut tersapu tanah longsor.
Baca Juga : Satu Keluarga Korban Longsor Cangar Ditemukan Tewas Berpelukan
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di jalur alternatif Cangar, Pacet Mojokerto-Kota Batu, pada Kamis (3/4/2025) siang.
Dua mobil yang tengah melintas diterjang material longsor berupa batu, tanah, dan pohon. Sapuan tanah longsor ini membuat kedua mobil terjun ke jurang sedalam 50 meter. (*)
Editor : M Fakhrurrozi