TRENGGALEK - Bencana tanah gerak di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek kembali memicu kerusakan parah pada permukiman warga. Sebuah rumah milik Bari (72) mengalami keretakan hebat dari bagian depan hingga belakang bangunan.
Retakan di rumah tersebut kini mencapai lebar sekitar 30 sentimeter dengan kedalaman lebih dari 2,5 meter. Kondisi di sisi rumah bahkan tampak menggantung karena tanah di bawahnya berlubang akibat pergeseran.
Kerusakan ini sebenarnya telah terjadi dalam tiga tahun terakhir, namun kondisi paling parah dialami pada Minggu lalu saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Hingga kini, tanah masih labil dan setiap hujan deras turun, retakan terus melebar.
Meski kondisi rumah membahayakan keselamatan, Bari beserta istri, anak, menantu, dan cucunya memilih tetap bertahan tinggal di rumah tersebut.
Baca Juga : Gempa Guncang Pacitan, Atap Kantor Kecamatan Dongko di Trenggalek Runtuh
Kepala Desa Jombok, Nursalam, menilai kondisi retakan di rumah Bari sangat mengkhawatirkan. Pihak desa telah mengimbau agar keluarga itu mengungsi demi menghindari risiko yang lebih serius.
“Jika terjadi hujan deras, kami harap keluarga Pak Bari bisa mengungsi sementara waktu untuk keselamatan,” ujar Nursalam.
Pemerintah Desa juga memastikan akan terus memantau perkembangan pergerakan tanah di lokasi. Bila kondisi membaik, keluarga Bari dapat kembali tinggal seperti biasa. Namun jika kerusakan semakin parah, relokasi menjadi opsi yang harus ditempuh. (Simon Bagus / Hammam Defa)
Editor : JTV Kediri



















