MAGETAN - Proses relokasi 164 pedagang pasar sayur Magetan kini memasuki tahap baru. Setelah sebelumnya ramai tuntutan akses jalan dan sterilisasi lokasi lama. Kini fokus pembahasan bergeser pada pemanfaatan los baru yang telah dibangun Pemkab Magetan
Los baru tersebut ditujukan untuk memberikan tempat berjualan yang lebih layak bagi pedagang yang selama ini beraktivitas di area terbuka. Namun dalam pelaksanaannya, masih muncul kendala, terutama terkait kebutuhan akses jalan dan penataan zonasi di dalam pasar.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, Kiki Indriyani, menjelaskan bahwa los baru saat ini masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun. Sehingga perubahan fisik bangunan belum dapat dilakukan tanpa persetujuan dari inspektorat.
“Dua setengah bulan ini sebelum pindah, kami akan koordinasi tempat relokasi ini akan ditata seperti apa. Namun untuk akses jalan, terus terang harus menunggu dari alokasi anggaran,” ujarnya.
Baca Juga : Relokasi Pasar Sayur Magetan Terkendala Anggaran untuk Akses Jalan
Meskipun demikian, Pemkab Magetan membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan pedagang. Termasuk kemungkinan adanya penyesuaian teknis tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
Pembukaan akses jalan sisi selatan pasar serta penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya saat ini masih menunggu alokasi anggaran. Pembiayaan akan bersumber dari dana insentif daerah atau melalui perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Berbeda dari pola relokasi sebelumnya, kali ini Pemkab Magetan lebih mengedepankan dialog. Paguyuban pedagang dilibatkan dalam proses pembahasan dan aspirasi pedagang akan dibahas bersama tim anggaran Pemerintah Daerah.
Pemerintah juga menyiapkan waktu sekitar dua setengah bulan untuk melakukan pemetaan zonasi, penataan kios, serta finalisasi desain sebelum proses perpindahan pedagang dimulai.
Relokasi pasar sayur Magetan tidak lagi sekadar memindahkan aktivitas jual beli, namun menjadi upaya menata ulang ekosistem pasar agar lebih tertib, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ramdhan Rio/Renata)
Editor : M Fakhrurrozi



















