SIDOARJO - Ada pemandangan unik di salah satu lapak jualan aneka kue dan nasi di kawasan Jumputrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jika biasanya pedagang kaki lima tampil sederhana, pria bernama Hariyanto (45) ini justru tampil nyentrik dengan mengenakan seragam lengkap ala koki profesional layaknya chef.
Penampilan menarik ini ternyata bukan tanpa alasan. Hariyanto sengaja memilih konsep ini agar usahanya terlihat ikonik dan berbeda dari penjual kue basah pada umumnya.
"Ide ini muncul awalnya kan saya memang pembikin kue. Jadi biar selaras, unik, dan menjadi ikonik, bajunya saya pakai jualan. Biasanya kan baju ini dipakai untuk masak atau bikin kue, tapi kali ini berbeda, saya buat untuk jualan," ujar Hariyanto.
Konsep unik ini dipadukan Hariyanto dengan strategi pemasaran digital. Selama 2,5 bulan terakhir, ia aktif melakukan live streaming di platform TikTok langsung dari lapak jualan miliknya. Sebuah ponsel yang terpasang di tripod setia menemaninya menyapa para netizen setiap hari.
Strategi ini terbukti jitu. Berkat kekuatan media sosial, pembeli dagangan Hariyanto kini tidak hanya datang dari warga lokal atau anak-anak sekolah sekitar saja, melainkan merambah hingga ke luar negeri.
"Bahkan pembeli bukan dari Indonesia saja. Saya ada pembeli dari Malaysia, Singapura, Australia, hingga Taiwan. Itu semua tahu dari live TikTok ini," ungkapnya.
Menariknya, para pembeli dari luar negeri tersebut tidak meminta kue dikirim ke negara mereka, melainkan membelinya untuk disedekahkan kembali. Mereka memborong dagangan Harianto untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lokasi jualan.
"Mereka beli untuk dibagikan. Jadi membeli kue-kue saya sama nasi untuk dibagikan ke abang-abang ojol (ojek online), bapak-ibu penarik becak, pengemis, dan mereka yang membutuhkan di jalanan," tambah Hariyanto.
Efek viral dari live TikTok dan baju koki ini membawa dampak instan pada pendapatan Hariyanto. Ia mengaku omzet penjualannya kini melonjak drastis hingga dua kali lipat jika dibandingkan sebelum memanfaatkan platform digital.
"Wah, naik dua kali lipat! Adanya TikTok ini sangat-sangat membantu sekali. Biasanya kalau jualan kue basah itu kan berisiko kuenya basi (kalau tidak laku), tapi sekarang ini bisa sampai habis bis bis bis! Jadi luar biasa, saya tidak berisiko sama sekali," tuturnya dengan penuh semangat.
Lapak kue basah Hariyanto ini buka setiap hari, dari hari Minggu hingga Minggu berikutnya, mulai pukul 05.30 WIB hingga 09.30 WIB. Dagangannya makin ramai diserbu pembeli, terutama saat momen hari pertama masuk sekolah karena posisinya yang strategis di dekat area sekolah.
Salah satu pembeli langganan lapak Hariyanto adalah Dina (39), seorang ibu rumah tangga asal Jumputrejo. Dina mengaku sering mampir ke lapak kue tersebut saat menjemput anaknya sekolah.
"Menariknya itu orangnya ramah banget ya sama pembeli. Terus kuenya juga macam-macam, harganya murah-murah juga," ujar Dina saat ditemui di lokasi, Senin (13/7/2026).
Dina menceritakan bahwa dirinya pertama kali mengetahui keberadaan lapak kue unik ini justru dari aplikasi TikTok. Karena penasaran dan lokasinya yang kebetulan berada di depan sekolah sang anak, ia pun langsung menjadikannya sebagai tempat langganan.
"Iya bener, tahu dari TikTok terus datang ke sini. Kebetulan setiap hari kan saya juga antar jemput anak sekolah di sini, jadi sekalian mampir beli kue," tambahnya.
Menurut Dina, daya tarik utama dari lapak Pak Hariyanto bukan hanya dari variasi kuenya yang menggugah selera, melainkan penampilannya yang totalitas saat berjualan dan berinteraksi di media sosial.
"Kostumnya itu yang unik. Setiap hari kan live (TikTok) pakai kostum koki," cerita Dina sembari tersenyum.
Kue-kue yang dijajakan di lapak Pak Hariyanto pun diakui sangat ramah di kantong, sehingga cocok untuk konsumsi harian keluarga maupun suguhan saat ada tamu di rumah. Namun, bagi Anda yang ingin mencoba, sebaiknya jangan datang terlalu sore karena kue-kue di sini sering kali sudah ludes terjual sebelum siang hari.
Editor : Bagoes Ri



















