KEDIRI - Ratusan warga di Kediri dan sejumlah kota besar di Jawa Timur menjadi korban dugaan penipuan berkedok arisan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 5 Miliar.
Kasus ini mencuat setelah banyak korban tidak menerima pembayaran yang dijanjikan. Arisan bodong tersebut dikelola oleh seorang perempuan berinisial N, warga Kampung Dalem, Kota Kediri.
Berdasarkan keterangan para korban, arisan ini dimulai pada Juli 2025. Para peserta dijanjikan keuntungan fantastis sebesar 25 hingga 50 persen dari dana setoran mereka. Skema ini berhasil menarik minat banyak orang, terutama setelah sejumlah anggota di periode awal menerima pembayaran sesuai janji.
“Awalnya dapat sesuai janji, jadi percaya. Tapi setelah setoran membesar, pembayarannya justru berhenti,” tutur salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga : Hujan Deras Picu Gagal Panen, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram
Tercatat sekitar 350 orang menjadi korban. Mereka tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari Surabaya, Malang, bahkan Yogyakarta. Menyadari telah menjadi korban penipuan, mereka telah melaporkan kasus ini ke Direktorat Reskrimsus Polda Jawa Timur untuk ditindaklanjuti.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Para ahli keuangan berulang kali menegaskan, skema dengan return tidak wajar seperti ini kerap berujung pada penipuan berantai dan kerugian massal.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan tersebut untuk menyelidiki modus dan pelaku di balik arisan bodong ini. (Beny Kurniawan)
Baca Juga : Baru Dibuka, 4 Ribu Tiket Mudik Lebaran di Stasiun Kediri Sudah Ludes Terjual
Editor : JTV Kediri



















