Menu
Pencarian


Ratusan Warga Jember Nikmati Layanan Kesehatan Gratis Homecare

Ayul Andhim - Jumat, 31 Juli 2026 17:45
Ratusan Warga Jember Nikmati Layanan Kesehatan Gratis Homecare
Bupati Jember Gus Fawait. (Foto: Ayul Adhim)

SURABAYA - Program Homecare Jember telah berjalan selama 7 hari. Program ini telah menyasar langsung ratusan warga Jember yang selama ini belum tersentuh akses kesehatan gratis.

Bupati Jember Gus Fawait memastikan program Homecare adalah komitmen Pemkab Jember untuk memberi layanan kesehatan terbaik untuk kelompok masyarakat rentan. Program ini sesuai misi utama Presiden Prabowo Subianto soal kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

"Yang pertama bahwa semangat Homecare ini adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalau orang yang mampu punya dokter keluarga, kami ingin mewujudkan keluarga yang tidak mampu punya dokter pribadi atau dokter keluarga, itu yang pertama," kata Gus Fawait di Surabaya, Jumat (31/7/2026).

"Yang kedua, ini sesuai dengan Asta Cita Presiden, bahwa pengentasan kemiskinan itu salah satunya dimulai dari bagaimana perbaikan pelayanan kesehatan," tambahnya.

Gus Fawait menyebut ada 1.200 tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam program Homecare Jember. Dari jumlah itu, lebih dari 200 adalah dokter umum hingga dokter spesialis.

"Homecare saya pastikan gratis dan Insya Allah kita lengkapi dengan peralatan untuk pelayanan kesehatan dasar yang semakin mumpuni. SDM tenaga kesehatannya juga ada sekitar 1.200 dan tidak akan mempengaruhi pelayanan di Puskesmas atau rumah sakit yang ada ketika ada pelaksanaan Homecare," bebernya.

"Untuk dokter di Rumah Sakit Soebandi saja ada sekitar 160 dokter. Di Soebandi saja itu meliputi dokter umum, spesialis, dan sub-spesialis. Belum lagi di Rumah Sakit Kalisat, belum lagi di Rumah Sakit Balung milik pemerintah daerah, belum lagi di masing-masing Puskesmas ada dokter umum," tambahnya.

Gus Fawait menegaskan pasien yang disasar Homecare Jember akan mendapat penanganan langsung dari dokter sesuai keluhan sakitnya.

"Jadi nanti kalau memang butuh konsultasi dengan dokter umum, akan disambungkan dengan telemedicine di Puskesmas. Tapi ketika nanti butuh dokter spesialis atau sub-spesialis, akan kita sambungkan dengan pihak rumah sakit. Obatnya pun dari pihak rumah sakit," tandasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.