PP PBSI melakukan perombakan di sektor ganda campuran. Setelah bongkar pasang pemain dalam beberapa waktu terakhir, kali ini PBSI memutuskan untuk mengganti sektor kepelatihan.
Rionny Mainaky , beserta asistennya, Amon Sunaryo, resmi mengakhiri kerja sama sebagai pelatih ganda campuran di Pelatnas PBSI. Keputusan ini diambil menyusul mandeknya performa ganda campuran.
Pergantian pelatih tersebut berdasarkan evaluasi menyeluruh bukan hanya dari pelatih, tetapi juga atlet. Ini sejalan dengan adaptasi program pembinaan para pemain yang berada di Pelatnas PBSI.
PBSI melakukan penyegaran agar bisa mendongkrak prestasi bulu tangkis Indonesia. Dalam setahun terakhir, ganda campuran Indonesia kurang bertaji, baik di turnamen individu maupun beregu.
Baca Juga : Dejan/Apri Bukan Pasangan Coba-coba, PBSI Menaruh Ekspektasi Tinggi
Hingga paruh tahun 2026 ini, ganda campuran Indonesia tidak ada yang menempati sepuluh besar. Anjloknya performa ini membuat PBSI juga melakukan perubahan di jajaran kepelatihan.
Sejauh ini, kandidat paling kuat yang akan menggantikan adalah Nova Widianto. Sebab, dalam waktu hampir bersamaan, sang pelatih memutuskan mundur dari jabatan pelatih ganda campuran Malaysia.
Nova sendiri bukan nama baru di Pelatnas PBSI. Selain perah menghuni Cipayung ketika masih aktif bermain, Nova pernah menjadi asisten pelatih ganda campuran menemani Richard Mainaky pada 2021.
Baca Juga : PBSI Beberkan Alasan Apriyani Rahayu Pindah Sektor dari Ganda Putri ke Ganda Campuran
Setelah mundurnya Richard, Nova diangkat sebagai pelatih kepada ganda campuran. Namun, masa baktinya singkat hanya setahun. Pada 2023, Nova memutuskan untuk melatih ganda campuran Malaysia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nova telah membuktikan kualitasnya dengan mengangkat performa ganda campuran Malaysia. Dengan pengalaman ini, tak mengherankan Nova masuk radar pelatih pengganti.
Editor : Khasan Rochmad



















