KEDIRI - Sejumlah kios di Pasar Bandar, Kota Kediri, mendadak tutup dan membuat aktivitas perdagangan tampak lebih sepi dari biasanya. Sejak (01/09/2026), sejumlah pedagang memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pengelolaan pasar yang dinilai semakin memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang lesu.
Aksi tersebut dipicu sejumlah persoalan, mulai dari penarikan sewa kios hingga retribusi harian. Pedagang juga mempersoalkan wacana pengelola pasar yang akan membuat portal di pintu masuk pasar.
Menurut pedagang, berbagai penarikan tersebut menjadi beban tambahan ketika jumlah pembeli di Pasar Bandar tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu membuat pedagang menilai kebijakan baru perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi mereka.
Yunus, salah seorang pedagang Pasar Bandar, mengatakan kondisi pasar yang sepi menjadi salah satu alasan pedagang keberatan dengan kebijakan tersebut.
“Sekarang kondisi pasar sedang sepi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kami merasa kebijakan ini cukup memberatkan,” ujar Yunus.
Persoalan tersebut kemudian dibahas melalui dialog antara pedagang dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Joyoboyo pada (02/09/2026). Namun, pertemuan belum menghasilkan kesepakatan karena pihak Pemerintah Kota Kediri tidak dapat hadir akibat adanya agenda mutasi.
Direktur Utama PD Pasar Joyoboyo Luthfie Djauhari menjelaskan, penarikan biaya yang dipersoalkan pedagang bukan merupakan kebijakan sepihak dari pengelola pasar. Menurutnya, ketentuan tersebut telah mendapatkan persetujuan Pemerintah Kota Kediri dan dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi Nomor 5 Tahun 2023.
“Penarikan uang tersebut merupakan hasil persetujuan dari Pemerintah Kota Kediri, sehingga terbit SK Direksi Nomor 5 Tahun 2023,” kata Luthfie. Ia menegaskan, PD Pasar Joyoboyo hanya menjalankan aturan yang telah disepakati sebelumnya.
Sewa kios dan retribusi merupakan pengeluaran yang dapat memengaruhi pendapatan bersih pedagang. Ketika jumlah pembeli menurun, biaya yang harus dibayarkan dapat terasa lebih berat karena pemasukan tidak selalu sebanding dengan pengeluaran.
Karena dialog pertama belum menemukan titik temu, pengelola pasar akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan melibatkan Pemerintah Kota Kediri, DPRD, PD Pasar Joyoboyo, serta para pedagang. Pertemuan lanjutan diharapkan dapat menghasilkan solusi dan membuka kembali aktivitas perdagangan di Pasar Bandar.
Editor : Iwan Iwe



















