SIDOARJO - Jumlah santri dan pelajar yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo, terus bertambah.
Hingga Rabu (2/9/2026) pagi, data sementara mencatat 510 santri dan pelajar mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG dari SPPG Kalitengah.
Dari jumlah tersebut, 413 pasien telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sementara 73 pasien masih menjalani perawatan dan 19 lainnya masih dalam tahap observasi.
Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan kesehatan terhadap para santri dan pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan pihaknya akan terus memperbarui data berdasarkan hasil pendataan di lapangan dan rumah sakit.
Menurut Lakhsmie kasus tersebut tidak hanya terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah di wilayah sekitar.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, mengonfirmasi terdapat 431 santri yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Berdasarkan data Pemkab Sidoarjo hingga pukul 07.45 WIB, para pasien yang mendapat penanganan medis tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni RS R.T. Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyah Siti Fatimah, RS Pusdik Bhayangkara, RS Arafah Anwar Medika, serta RS Anwar Medika.
Pemkab Sidoarjo memastikan penanganan kesehatan terhadap para korban terus dikawal. Pemeriksaan dan pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan maksimal. (*)
Editor : A. Ramadhan



















