SIDOARJO - Ada pemandangan berbeda di Jalan Dusun Keling, Desa Jumput Rejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Selasa (19/3/2024) malam.
Puluhan pohon pisang berdiri di tengah jalan. Tak hanya itu, di pohon juga ditanami berbagai tulisan unik dan menggelitik. Diantaranya "Cukup jalan ini yang rusak, Cintaku Jangan; Pegel nulungi wong Tibo Pak; Selamat Datang di Wisata Jenglongan Sewu".
Aksi tanam pohon pisang ini bentuk protes warga kepada Pemkab Sidoarjo yang tak kunjung memperbaiki jalan yang rusak.
Padahal jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Jumput Rejo Kecamatan Sukodono dengan Desa Sidokepung Kecamatan Buduran.
Baca Juga : Kali Lamong Meluap, Ratusan Rumah di Dawarblandong Mojokerto Terendam Banjir
Selain itu, setiap hari jalan ini dipadati kendaraan baik dari warga perkampungan maupun perumahan. Apalagi, saat ini di kawasan Jumputrejo banyak perumahan.
Sahlan, Ketua 14 RW 4 mengatakan, aksi warga menanam pohon pisang di jalan rusak ini luapan kekesalan warga karena Pemkab tak memperbaiki jalan yang rusak bertahun-tahun.
"Warga kesal lantaran jalan rusak sepanjang 300 meter tak kunjung diperbaiki Pemkab. Akhirnya menanam 40 pohon pisang," kata Sahlan.
Baca Juga : Jalani Gladi Bersih, Gus Barra dan dr Rizal Siap Dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Mojokerto
Sahlan menambahkan, hingga saat ini Pemkab belum pernah melakukan pengecekan jalan Dusun Keling yang rusak.
Warga berharap Pemkab Sidoarjo melakukan betonisasi. Dengan betonisasi, tidak hanya memperbaiki jalan rusak, tapi juga mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono. (Mujianto Primadi)
Editor : M Fakhrurrozi