KOTA BATU - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Batu semakin seru. Adanya tiga pasangan calon dengan background berbeda, menjadi fenomena dan dinamika yang baru.
Ketiga paslon itu berasal dari petahana, pengusaha, dan selebriti. Bahkan yang menjadi sorotan, dari ketiganya ada yang merupakan calon pendatang baru dan ada pula calon asli daerah.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Nurbani Yusuf, M.Si, menilai bahwa persaingan ini membawa dinamika baru dalam kontestasi politik lokal, terutama terkait sentimen identitas dan kompetensi.
Menurut Nurbani, calon asli daerah seringkali mendapat keuntungan dari aspek kedekatan emosional dengan masyarakat setempat.
"Calon asli daerah memiliki keunggulan karena mereka dianggap lebih memahami karakter dan kebutuhan masyarakat lokal. Mereka telah lama berinteraksi dengan berbagai kelompok di daerah tersebut, sehingga sering kali dianggap lebih mampu merespon permasalahan yang ada," ujar Nurbani, Sabtu (14/9/2024).
Namun, di sisi lain, calon pendatang baru seringkali datang dengan membawa visi dan gagasan segar yang dianggap dapat membawa perubahan.
Nurbani menambahkan, calon pendatang baru biasanya menawarkan perspektif dari luar yang mungkin lebih objektif dan inovatif. Mereka membawa ide-ide baru yang bisa menjadi solusi bagi stagnasi politik lokal.
Meskipun begitu, tidak jarang calon pendatang baru menghadapi tantangan berupa resistensi dari masyarakat yang lebih cenderung mendukung tokoh lokal.
"Ada kecenderungan masyarakat di beberapa daerah untuk lebih memilih calon asli yang mereka kenal, daripada pendatang baru yang belum tentu sepenuhnya memahami dinamika lokal," tambahnya.
Isu lainnya yang mencuat adalah mengenai integritas dan niat baik para calon. Nurbani menjelaskan bahwa seringkali calon pendatang baru dicurigai hanya sekadar mencari popularitas atau kekuasaan di daerah tersebut, sementara calon asli dianggap lebih memiliki ikatan moral dan tanggung jawab terhadap kemajuan daerahnya.
"Namun, pada akhirnya, semua kembali pada kemampuan calon dalam menyampaikan program kerja dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Baik calon asli maupun pendatang baru, mereka harus mampu menunjukkan komitmen dan kompetensi yang nyata jika ingin memenangkan hati pemilih," tuturnya.
Pilkada serentak kali ini diprediksi akan berlangsung sengit, terutama di Kota Batu dengan tingkat keterbukaan yang tinggi terhadap perubahan. Ada calon pendatang baru yang mencalonkan diri menunjukkan bahwa persaingan politik di tingkat lokal semakin terbuka dan dinamis.
"Yang terpenting, masyarakat harus lebih cermat dalam memilih pemimpin. Identitas lokal penting, tapi yang lebih penting adalah kapasitas dan integritas dari calon itu sendiri," pungkas Nurbani.(*)
Editor : M Fakhrurrozi