Menu
Pencarian

Populasi Sapi di Magetan Turun, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha

JTV Madiun - Jumat, 8 Mei 2026 15:56
Populasi Sapi di Magetan Turun, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
Populasi sapi di Magetan turun

MAGETAN - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah pasar hewan dan lokasi penampungan ternak milik pedagang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dijadikan kurban.

Tim medis dan paramedis rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, mulai dari sapi, kambing hingga domba. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengecekan kondisi fisik ternak.

Hewan yang dinyatakan sehat nantinya akan mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban.

Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan mengungkapkan populasi sapi di wilayah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :   Puluhan Kasus PMK Masih Ditemukan di Awal Tahun 2026, Dinas Lakukan Perluasan Vaksinasi

Jika pada tahun 2020 populasi sapi mencapai lebih dari 117 ribu ekor, maka pada tahun 2025 jumlah sapi potong tersisa sekitar 68 ribu 900 ekor. Penurunan juga terjadi pada populasi sapi perah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, mengatakan penurunan populasi sapi merupakan dampak berkepanjangan dari wabah PMK yang sempat menyerang ternak di berbagai daerah.

“Dampak PMK masih terasa sampai sekarang. Reproduksi indukan terganggu sehingga jumlah anakan sapi menurun. Akibatnya stok sapi bakalan berkurang dan harga sapi di pasaran ikut naik,” ujar Nur Haryani.

Baca Juga :   PMK Kembali Merebak, DPP Ngawi Temukan 23 Kasus Baru

Menurutnya, harga sapi saat ini mengalami kenaikan hingga sekitar Rp2 juta per ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kondisi berbeda justru terjadi pada kambing dan domba.

“Untuk kambing dan domba justru mengalami penurunan harga karena terjadi overproduksi. Banyak peternak beralih memelihara kambing dan domba setelah wabah PMK,” imbuhnya.

Akibat melimpahnya pasokan, harga kambing turun sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekor di pasaran.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha tahun ini masih dapat terpenuhi. Namun sebagian pasokan sapi diperkirakan akan didatangkan dari luar daerah guna menutup kebutuhan pasar.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban dan memastikan ternak yang dipilih memiliki SKKH agar aman, sehat, dan layak untuk dikurbankan.

Editor : JTV Madiun





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.