JEMBER - Di sebuah pekarangan rumah di kawasan Jalan Bungur, Kecamatan Patrang, Jember, ratusan tanaman hias tumbuh subur dalam berbagai ukuran dan jenis.
Di antara beragam koleksi tersebut, philodendron menjadi salah satu tanaman yang paling sering dicari konsumen karena memiliki bentuk daun yang eksotis dan mudah dirawat.
Pemilik kebun tanaman hias memanfaatkan hobi berkebun menjadi usaha yang memberikan tambahan pendapatan. Berbagai varian philodendron dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar.
Perawatan tanaman dilakukan dengan menjaga kelembapan media tanam, memberikan pencahayaan yang cukup, tetapi tidak terkena sinar matahari secara langsung, serta memberikan pupuk secara berkala.
Proses perbanyakan tanaman dapat dilakukan melalui stek batang. Dengan perawatan yang tepat, tanaman sudah dapat dipasarkan dalam waktu sekitar dua sampai tiga bulan.
Banyaknya pilihan warna dan motif daun menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor. Terlebih, untuk varian langka yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Harga satu pot philodendron sangat beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai jutaan rupiah, bergantung pada jenis, ukuran, dan keunikan corak daunnya.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman hias, budi daya philodendron menjadi peluang usaha yang masih memiliki prospek cerah. Selain memberikan kepuasan bagi para penghobi, usaha ini juga mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Editor : JTV Jember



















