KOTA MADIUN - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kota Madiun mulai menunjukkan tren peningkatan. Sejumlah pedagang mengaku mulai kebanjiran pesanan, meski belum memasuki puncak permintaan.
Di kawasan Kanigoro, aktivitas jual beli kambing kurban mulai ramai dalam dua pekan terakhir. Para peternak lokal mulai merasakan peningkatan penjualan seiring mendekatnya hari raya.
Salah satunya terlihat di kandang milik Djarot yang berada di Jalan Srilanka, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo. Hingga saat ini, sedikitnya 10 ekor kambing telah terjual dari target lebih dari 100 ekor pada musim kurban tahun ini.
Harga kambing yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp2,8 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis kambing.
Baca Juga : Penjualan Kambing Kurban di Kota Madiun Mulai Menggeliat, Harga Mulai Rp2,8 Juta
Menurut Djarot, tahun ini ia lebih banyak menyediakan kambing jenis Jawa hasil ternak sendiri, serta sebagian didatangkan dari wilayah Kabupaten Ponorogo.
“Untuk sekarang sudah mulai ada peningkatan, meskipun belum ramai. Biasanya nanti lima hari menjelang Iduladha baru benar-benar ramai pembeli,” ujar Djarot.
Ia menambahkan, pembeli tidak hanya berasal dari dalam Kota Madiun, tetapi juga datang dari luar daerah seperti Caruban hingga Kabupaten Ngawi.
Untuk menarik minat pelanggan, para pedagang juga menawarkan layanan tambahan berupa penitipan hewan kurban secara gratis. Pembeli yang sudah melakukan transaksi dapat menitipkan kambing hingga hari penyembelihan tanpa biaya tambahan.
“Pembeli bisa titip di sini sampai hari H, jadi tidak perlu repot merawat atau memberi pakan,” tambahnya.
Para pedagang memprediksi lonjakan penjualan akan terjadi dalam lima hari terakhir menjelang Iduladha, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berkurban.
Editor : JTV Madiun



















