SURABAYA - Potensi pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur dinilai masih memiliki peluang besar. Hal ini diungkapkan Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto, saat ditemui di Hartono Elektronik, Jumat (10/7/2026).
Iwan menyebut produk pendingin ruangan atau AC memiliki kontribusi pertumbuhan paling tinggi dibanding produk elektronik lainnya.
Iwan menjelaskan kontribusi penjualan terbesar LG sebenarnya masih berasal dari produk televisi. Ajang Piala Dunia 2026 turut mendongkrak penjualan televisi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penjualan AC mengalami pertumbuhan paling signifikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kontribusi terbesar masih televisi. Tetapi yang pertumbuhannya paling tinggi sekarang adalah AC. Setelah itu ada kulkas dan mesin cuci,” jelas Iwan, saat
Baca Juga : Inggris Taklukkan Norwegia 2-1, Brace Jude Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal Piala Dunia 2026
Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan pasar potensial bagi LG. Karena itu, perusahaan terus menghadirkan berbagai inovasi produk agar menjawab kebutuhan konsumen yang terus berganti. Karena itu di tengah persaingan industri elektronik yang ketat, diferensiasi produk menjadi kunci utama untuk mempertahankan daya saing.
Iwan mengatakan, LG pun memanfaatkan dukungan riset dan pengembangan yang dimiliki, baik di Korea Selatan maupun Indonesia, untuk melahirkan produk yang sesuai dengan karakteristik pasar domestik.
"Salah satunya kami menghadirkan ekosistem rumah pintar (AI Home) yang saling terhubung untuk menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi yang lebih efisien, praktis, sekaligus hemat energi," katanya.
Baca Juga : Spanyol Singkirkan Belgia 2-1, Gol Mikel Merino Antar La Roja ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Melalui platform LG ThinQ, pengguna dapat mengendalikan berbagai perangkat elektronik seperti AC, mesin cuci, kulkas, hingga televisi langsung melalui ponsel pintar, serta menjadi fondasi utama dalam menghadirkan rumah pintar yang lebih intuitif. Platform tersebut memungkinkan seluruh perangkat elektronik LG dikendalikan melalui satu aplikasi, sehingga setiap perangkat dapat saling berkomunikasi dan bekerja secara otomatis.
"Kemampuan AI Voice Command memungkinkan pengguna berinteraksi dengan televisi menggunakan bahasa sehari-hari tanpa harus memberikan perintah yang kaku," ujarnya.
Contoh lainya, televisi dapat berkoordinasi dengan AC untuk menyesuaikan suhu ruangan saat pengguna mulai menonton film, sementara mesin cuci mengirimkan notifikasi ke ponsel setelah proses pencucian selesai dan pemurni udara menyesuaikan daya hisap berdasarkan kualitas udara secara real time.
Baca Juga : Penjualan AC dan TV di Jatim Naik Signifikan Saat Musim Kemarau dan Piala Dunia
Integrasi perangkat dalam satu ekosistem menjadi strategi perusahaan untuk mendorong adopsi rumah pintar sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi konsumen.
“Kehadiran seluruh lini produk AI tersebut memperlihatkan fokus LG dalam memperluas pasar smart home di Indonesia, khususnya di Surabaya sebagai kota dengan pertumbuhan pasar elektronik premium yang terus meningkat,” pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















