SIDOARJO - Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh para pemuda di Perum Taman Candiloka RW 05, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Dikenal luas sebagai 'Kampung Digital', wilayah ini sukses menyulap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Akal Imitasi (AI) menjadi ladang kreasi yang produktif.
Terbaru, mereka menggelar kompetisi lomba kreasi video dan soundtrack berbasis AI di tingkat RT/RW. Kompetisi ini menantang perwakilan Karang Taruna (Kartar) dari tiap-tiap RT untuk adu kemampuan membuat konten edukatif hingga sarana promosi bagi UMKM kuliner lokal agar bisa go international.
Pantauan di lokasi, suasana kompetisi mendadak riuh dan kompetitif. Para peserta yang didominasi generasi Z ini satu per satu mempresentasikan karya digital AI mereka di hadapan dewan juri. Layaknya kompetisi tingkat nasional, presentasi dilakukan dengan detail, mulai dari konsep visual hingga pemilihan instrumen audio.
Menariknya, ragam aplikasi canggih masa kini digunakan secara optimal oleh para peserta. Mulai dari Chat GPT untuk menyusun naskah, Suno AI untuk menggubah musik latar (soundtrack), hingga CapCut AI dan DaVinci Resolve untuk eksekusi editing video.
Dua di antara peserta, Arsa dan Khanza yang merupakan perwakilan Kartar dari RT 09 RW 05, mengaku memilih fokus mengangkat potensi kuliner di lingkungan mereka. Butuh waktu sekitar dua minggu bagi timnya untuk meramu konten berbasis kecerdasan buatan tersebut.
"Proses pengerjaannya sekitar dua minggu. Kami bangga banget karena lewat aplikasi AI ini, kami bisa merepresentasikan sekaligus mempromosikan budaya dan UMKM kuliner lokal tempat kami tinggal," ujar Arsa didampingi Khanza dengan raut wajah puas usai presentasi.
Sementara itu, PIC Kampung Digital Perum Taman Candiloka, Mimit Sugiharto, menjelaskan bahwa agenda ini sengaja diinisiasi untuk mengajak anak muda agar lebih bijak dan optimal dalam bermedia sosial serta memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang dinamis.
"Anak jaman now atau Gen Z ini harus melek digital. Mereka harus mampu menguasai beragam aplikasi AI dan teknologi informasi yang dinamis. Tujuannya jelas, agar tercipta Generasi Emas, generasi bangsa yang punya daya saing kuat dengan negara-negara maju, terutama di sektor teknologi digital," tegas Mimit.
Melalui geliat di Kampung Digital ini, diharapkan stigma teknologi AI yang kerap dianggap mengancam lapangan kerja justru bisa berbalik menjadi peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif dari tingkat RT.
Editor : Bagoes Ri



















