PONOROGO - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican, Kabupaten Ponorogo, yang telah mengalami over kapasitas kini menerapkan sistem sanitary landfill. Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan lahan yang masih tersedia sembari menunggu kepastian pembangunan TPA baru.
Persoalan sampah di Ponorogo semakin kompleks. TPA Mrican tetap harus menampung sampah yang datang setiap hari meski kapasitasnya telah melebihi daya tampung.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo menerapkan sistem sanitary landfill sebagai solusi sementara. Dalam sistem ini, sampah yang telah ditumpuk akan diratakan kemudian ditutup menggunakan tanah secara bertahap.
Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah yang berterbangan sekaligus menekan timbulnya bau. Sistem sanitary landfill juga mencakup pengelolaan air lindi serta gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistiawan, mengatakan penerapan sistem tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperpanjang pemanfaatan TPA Mrican di tengah kondisi over kapasitas.
Sementara itu, pembangunan TPA baru Ponorogo masih terkendala proses perizinan penggunaan lahan. Pemerintah Kabupaten Ponorogo masih menunggu surat penetapan dari Kementerian Kehutanan terkait penggunaan lahan yang direncanakan untuk lokasi TPA baru.
Pemerintah daerah menargetkan TPA baru dapat segera dibangun sehingga beban TPA Mrican yang saat ini terus menerima sampah setiap hari dapat dikurangi.
Editor : JTV Madiun

















