PASURUAN - Seorang mahasiswa di Kabupaten Pasuruan menjadi bulan-bulanan massa, usai terpergok merampas motor di lokasi balapan liar.
Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang sedang menggelar razia, dan mencabut kunci kontak milik korban dengan dalih untuk diamankan.
Aksi amuk massa terhadap pelaku terjadi saat gelaran balapan liar, di Jalan Raya Surabaya – Malang, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada Minggu dini hari.
Diketahui pelaku bernama M. Arif Wicaksono, seorang mahasiswa warga Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan. Dalam rekaman kamera CCTV terlihat sejumlah penonton balapan liar berlarian setelah mendengar kabar adanya razia petugas.
Baca Juga : MBG dalam Pusaran Kritik: Antara Gizi Anak dan Potensi Proyek
Pelaku yang mengenakan helm dan membawa borgol jari, mengaku sebagai anggota polisi. Ia kemudian merampas kunci kontak motor Yamaha milik Andre Budiyanto, warga Desa Wedoro yang saat itu sedang menonton balapan.
Namun, saat korban meminta identitas keanggotaan, pelaku hanya bisa menunjukkan KTP dengan status pekerjaan mahasiswa. Pelaku akhirnya diamankan rekan korban ke sebuah pos pengisian air untuk menghindari amukan yang lebih besar.
Massa yang terlanjur emosi, tetap berusaha menghajar pelaku di dalam pos tersebut. Warga geram karena sering terjadi pencurian motor dengan modus polisi gadungan yang mencabut kunci kontak saat balapan liar.
Baca Juga : Menuju UTBK 2026: Ini 10 Tips Penting yang Wajib Disiapkan Calon Mahasiswa Agar Lolos PTN Impian
Proses evakuasi oleh petugas berjalan cukup alot, karena banyaknya massa yang berusaha mengakimi pelaku.
"Ngakunya sebagai anggota Polisi, untuk apa ya kurang tau Pak, karena anaknya begitu. Memang didaerah sini sering bolak-balik ada kejadian ngakunya Polisi terus rampas motor" jelas Sugeng, sebagai seorang warga.
Beruntung berkat negosiasi antara petugas dengan warga, pelaku berhasil dievakuasi dan dibawa ke Mapolsek Pandaan.
Baca Juga : Nasib Beasiswa Pemuda Tangguh Jadi Sorotan, Mahasiswa Kesulitan Bayar UKT
Diduga pelaku beraksi bersama lima, hingga enam orang temannya yang berhasil kabur. Mereka berbagi tugas membubarkan balapan liar dan membawa kabur motor milik pembalap maupun penonton.
"Semula, korban melihat balapan motor dipinggir jalan, kemudian didatangi oleh terlapor, dengan mencabut kunci kontak sepeda motor yang menempel. Kemudian, pada saat itu datang salah satu saksi menanyakan identitas terlapor, ternyata setelah di cek di E-KTP, status terlapor adalah pelajar. Kemudian pada saat yang bersamaan, massa datang dan mengeroyok terlapor. Pada saat itu pula, datang petugas Polsek Pandaan yang dipimpin langsung dengan Kapolsek Pandaan mengamankan terlapor dari amukan massa, dan dibawa ke Polsek Pandaan untuk dimintai keterangan." Kompol Slamet Prayitno, Kapolsek Pandaan
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa borgol kecil yang digunakan untuk menakut-nakuti korban. Kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku lainnya yang telah dikantongi identitasnya. (Yona Salma)
Baca Juga : Protes Dugaan Mafia Pupuk, Mahasiswa Geruduk Dispertan Sampang
Editor : M Fakhrurrozi



















