KEDIRI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Dalam forum tersebut, PBNU mendesak pemerintah melakukan perbaikan tata kelola program agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan.
Selain membahas isu keorganisasian, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan, peserta Munas dan Konbes juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Dalam hasil rumusan forum, PBNU menilai program MBG memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia. Namun, pelaksanaannya dinilai masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi.
Sekretaris Steering Committee Munas dan Konbes PBNU, Mohammad Nuh, mengatakan pemerintah perlu melakukan perbaikan pada aspek manajemen dan tata kelola program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Baca Juga : Munas PBNU Soroti MBG, Desak Pemerintah Perbaiki Tata Kelola dan Transparansi Program
Menurutnya, program yang mengelola anggaran besar tersebut harus didukung sistem pengawasan dan tata kelola yang kuat guna menghindari berbagai potensi persoalan di lapangan.
PBNU juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat serta transparansi dalam pelaksanaan program. Dengan perbaikan tata kelola, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Meski memberikan sejumlah catatan kritis, PBNU tetap menyampaikan apresiasi terhadap tujuan utama program tersebut. Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu menilai MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Ungkap Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Rumuskan Solusi Persoalan Umat dan Bangsa
“Program ini memiliki niat yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, yang perlu diperkuat adalah tata kelola dan pelaksanaannya agar tujuan tersebut benar-benar tercapai,” ujar Mohammad Nuh.
Munas dan Konbes PBNU 2026 berlangsung selama tiga hari di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri. Forum tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi yang akan menjadi masukan bagi pemerintah maupun internal organisasi.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dalam acara penutupan yang digelar di Bangkalan, Madura. Penutupan tersebut direncanakan dihadiri oleh Prabowo Subianto.
Baca Juga : Seruan Masyayikh Jelang Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Nahdlatul Ulama
PBNU berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas dan Konbes dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, termasuk dalam penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. (Muhammad Zainurofi)
Editor : JTV Kediri

















