Menu
Pencarian

Manajemen RS Graha Sehat Kraksaan Tegaskan Gaji Tenaga Kesehatan Sudah Sesuai Mekanisme

Farid Fahlevi - Kamis, 14 Mei 2026 20:30
Manajemen RS Graha Sehat Kraksaan Tegaskan Gaji Tenaga Kesehatan Sudah Sesuai Mekanisme
Andreas Kepala Bagian Umum dan Keuangan RS Graha Sehat Kraksaan, Probolinggo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Manajemen RS Graha Sehat Kraksaan Kabupaten Probolinggo angkat bcara terkait isu penghasilan tenaga kesehatan yang disebut berada di bawah upah minimum kabupaten atau UMK. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa mekanisme penghasilan di sektor pelayanan kesehatan tidak dapat disamakan dengan sistem penggajian perusahaan industri maupun manufaktur.

Kepala Bagian Umum dan Keuangan RS Graha Sehat Kraksaan, Andreas, mengatakan informasi yang berkembang di masyarakat perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Rumah sakit bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan. Sistem penghasilan tenaga kesehatan tentu memiliki mekanisme berbeda dengan sektor industri yang pola penghasilannya cenderung tetap,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, penghasilan tenaga kesehatan di rumah sakit terdiri dari beberapa komponen, bukan hanya gaji pokok semata. Di dalamnya terdapat jasa pelayanan medis yang besarannya menyesuaikan aktivitas pelayanan pasien setiap bulan.

“Kalau hanya melihat satu komponen penghasilan saja, tentu kesimpulannya menjadi tidak utuh. Di rumah sakit ada jasa pelayanan yang menjadi bagian dari pendapatan tenaga kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, dokter misalnya, memperoleh komponen dasar atau uang duduk, namun juga mendapatkan jasa medis dari visite pasien, tindakan medis, hingga pelayanan lain yang nilainya bergantung pada aktivitas pelayanan selama satu bulan.

“Dokter tidak hanya menerima satu komponen pendapatan. Ada jasa visite, tindakan medis, dan pelayanan lain yang nilainya mengikuti jumlah pasien maupun pelayanan yang dilakukan,” jelasnya.

Hal serupa juga berlaku bagi profesi lain di lingkungan rumah sakit. Apoteker memperoleh jasa pelayanan farmasi dan telaah resep, sementara perawat menerima jasa tindakan dan pelayanan keperawatan sesuai aktivitas pelayanan pasien.

“Tenaga laboratorium juga memperoleh jasa pemeriksaan laboratorium, sedangkan bagian administrasi dan penunjang memiliki jasa pelayanan sesuai aktivitas operasional rumah sakit,” tambah Andreas.

Ia menegaskan bahwa sektor pelayanan kesehatan memiliki dinamika yang berbeda dibanding perusahaan produksi. Jumlah kunjungan pasien disebut sangat mempengaruhi besaran jasa pelayanan yang diterima tenaga kesehatan.

“Ada masa kunjungan pasien meningkat, ada juga periode yang menurun. Karena itu mekanisme penghasilan rumah sakit memang berbeda dengan sektor manufaktur,” ungkapnya.

Andreas juga memastikan seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di RS Graha Sehat Kraksaan menjalankan tugas sesuai aturan dan berada dalam pengawasan organisasi profesi masing-masing.

“Semua tenaga kesehatan bekerja sesuai regulasi dan kode etik profesi. Ada pengawasan dari organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IAI, dan organisasi profesi kesehatan lainnya,” tegasnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Andreas menyebut keberadaan rumah sakit swasta juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja dan investasi sektor kesehatan.

Rumah sakit swasta hadir bukan hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan mendukung perkembangan daerah,” katanya.

Pihak manajemen juga mengaku terbuka terhadap kritik maupun evaluasi demi peningkatan kualitas pelayanan. Namun demikian, Andreas berharap setiap informasi yang berkembang tetap disampaikan secara objektif dan berimbang.

“Kami terbuka terhadap masukan dan evaluasi konstruktif. Tetapi kami berharap informasi yang disampaikan ke publik tetap utuh dan tidak sepihak, karena dampaknya bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Andreas memastikan RS Graha Sehat Kraksaan akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan secara bertahap.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.