Menu
Pencarian

Lavani semakin perkasa! Libas Bhayangkara, Rekor Tak Terkalahkan Kian Kokoh

JTV Malang - Jumat, 6 Februari 2026 17:43
Lavani semakin perkasa! Libas Bhayangkara, Rekor Tak Terkalahkan Kian Kokoh
LavAni kalahkan Bhayangkara Presisi tiga set langsung

KOTA MALANG - Aura "calon juara" Jakarta LavAni Livin' Transmedia kian menyengat. Dalam laga pembuka seri kedua putaran kedua Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (5/2), mereka menghabisi juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor mutlak 3-0 (25-19, 25-17, 25-21).

Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor fantastis LavAni menjadi enam kemenangan beruntun tanpa sekalipun tumbang. Posisi puncak klasemen mereka kini diikuti oleh tekanan mental yang besar bagi para pengejar.

Di bawah komando pelatih David Lee, LavAni tampil seperti mesin yang telah disetel sempurna. Setter Dio Zulfikri menjadi otak dari segala serangan yang variatif dan sulit ditebak. Kombinasi mematikan Taylor Sander, Boy Arnes, dan dinding blok Hendra Kurniawan membuat pertahanan Bhayangkara kelabakan sejak set pertama.

Baca Juga :   Bhayangkara Presisi Kalahkan LavAni dan Juara Putaran Kedua Final Four Proliga 2025

Meski sempat mendapat perlawanan di awal set kedua dan kejutan di penghujung set ketiga dari pemain lapis kedua Bhayangkara, kematangan tim LavAni tidak tergoyahkan. Mereka selalu mampu merespons dan menutup set dengan dingin.

Statistik pertandingan jelas menunjukkan keunggulan LavAni. Blok yang rapat dan terorganisir berhasil mematahkan banyak serangan andalan Bhayangkara, seperti Aimal Khan dan Rendy Tamamilang. Di sisi lain, servis tajam LavAni terus mengganggu pola receive lawan.

“Semua pemain bermain optimal, mulai dari servis, receive, dan blok berjalan cukup bagus,” ujar Erwin Rusni, Asisten Pelatih LavAni, seusai laga. Boy Arnes, salah satu pilar serangan, juga mengakui permainan timnya cukup bagus, meski menyebut akan tetap mengevaluasi kekompakan

Baca Juga :   Bhayangkara Tantang LavAni di Grand Final Proliga 2025

Di sisi kekalahan, pelatih Reidel Toiran dengan legawa mengakui timnya tampil tidak maksimal. “Tapi kami tetap optimis tim ini bisa tampil lebih baik ke depannya,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa memasukkan pemain cadangan di set ketiga adalah bagian dari strategi untuk memberi kesempatan dan melihat opsi.

Pemain Alvin Daniel dengan jujur menyebut performa timnya hari ini di bawah yang terbaik. “Masih banyak yang harus dievaluasi, terutama kerjasama tim,” sebutnya.

Kemenangan telak ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pernyataan mental dari LavAni bahwa mereka adalah ancaman serius bagi gelar juara. Mereka tidak hanya mengandalkan individu, tetapi sistem permainan kolektif yang solid.

Baca Juga :   Final Four Proliga 2025: Bhayangkara Presisi Jaga Peluang ke Grand Final Usai Kalahkan Samator

Bagi Bhayangkara Presisi, kekalahan ini adalah alarm untuk segera bangkit dan memperbaiki konsistensi jika ingin mempertahankan gelar.(Ali)

Editor : JTV Malang






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.