Menu
Pencarian

Hujan Terus Mengguyur, Produksi Genteng Tradisional di Magetan Merosot Tajam

Portaljtv.com - Jumat, 6 Februari 2026 17:06
Hujan Terus Mengguyur, Produksi Genteng Tradisional di Magetan Merosot Tajam
Produksi genteng oleh pengrajin genteng, Tugiyo di Kabupaten Magetan (Dok: Ramdhan Rio)

MAGETAN - Aktivitas produksi genteng di Desa Dukuh, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menyusul cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Cuaca mendung yang mendominasi membuat proses pengeringan genteng menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Jika pada musim kemarau pengrajin mampu memproduksi sekitar 250 biji genteng per hari, kini produktivitas menurun menjadi hanya sekitar 200 biji per hari.

Proses Pengeringan Menjadi Dua Kali Lipat

Penurunan produksi ini disebabkan oleh proses penjemuran yang tidak optimal. Para pengrajin harus menunggu waktu lebih lama agar genteng benar-benar kering sebelum masuk ke tahap pembakaran agar kualitasnya tidak rusak.

Baca Juga :   Pengrajin Genteng Dukuh Bendo Terhambat Cuaca Hujan

Pada kondisi normal atau musim panas, pengeringan genteng biasanya hanya membutuhkan waktu dua hari. Namun, saat musim hujan seperti sekarang, proses tersebut membengkak hingga empat hari, bahkan lebih jika matahari tidak muncul sama sekali.

"Kendalanya kalau mendung tidak ada panas itu prosesnya jadi berat. Karena cuaca sering mendung, pengeringan jadi lama sekali. Kalau panas dua hari sudah kering, tapi sekarang empat hari baru bisa kering," ujar salah satu pengrajin genteng, Tugiyo.

Harapkan Dukungan Pemerintah

Baca Juga :   Update Sekolah Rakyat Rintisan Magetan, Diharapkan Mulai Tahun Ajaran Baru

Dinamika cuaca ini berdampak langsung terhadap pendapatan para pengrajin. Meski produktivitas terhambat, warga Desa Dukuh tetap berkomitmen menjaga kualitas produk mereka guna memenuhi permintaan pasar yang tetap stabil.

Genteng produksi Desa Dukuh dikenal memiliki beragam jenis yang diminati masyarakat untuk kebutuhan konstruksi rumah, di antaranya Genteng Magase, Genteng Mantili, dan Genteng Talang

Para pengrajin berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses produksi kembali normal. Selain itu, mereka juga menaruh harapan kepada pemerintah daerah untuk memberikan dukungan atau bantuan teknologi pengeringan agar industri genteng tradisional ini tetap bertahan di tengah ketidakpastian cuaca.

Baca Juga :   DPRD Magetan Minta Evaluasi Total Rekrutmen Perangkat Desa

Hingga kini, para pengrajin di Kecamatan Bendo tetap bertahan menjalankan usaha turun-temurun ini sebagai urat nadi perekonomian masyarakat sekitar. (Yona Salma)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.