TERNATE - Wilayah Laut Halmahera Tengah, Maluku Utara, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo pemutakhiran M5,4 pada Selasa (1/9/2026) pukul 15.22.21 WIB. Pusat gempa berjarak 64 kilometer arah tenggara Halmahera Tengah dan berada pada kedalaman dangkal 10 kilometer di bawah permukaan laut. Guncangan gempa yang dipicu oleh pergerakan patahan aktif ini sempat mengejutkan warga di pesisir, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Peristiwa gempa bumi tektonik ini dirasakan secara meluas di daratan Halmahera hingga pulau-pulau di sekitarnya. Sebagai langkah mitigasi dan penyampaian informasi yang akurat bagi masyarakat, berikut adalah lima fakta terkait gempa Halmahera Tengah yang telah kami rangkum :
1. Kekuatan Gempa Dimutakhirkan Menjadi Magnitudo 5,4
Informasi awal mencatat kekuatan gempa bumi sebesar magnitudo 5,5, sebelum akhirnya dimutakhirkan oleh sistem analisis BMKG menjadi magnitudo 5,4. Titik pusat gempa berada pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,91 derajat Bujur Timur. Lokasi persisnya terletak di laut pada jarak 64 kilometer arah tenggara Halmahera Tengah, Maluku Utara.
2. Bersumber Dangkal Akibat Aktivitas Patahan Aktif
Dilihat dari kedalaman hiposenternya yang hanya mencapai 10 kilometer, gempa ini tergolong ke dalam kategori gempa bumi dangkal. Hasil analisis para ahli kegempaan menunjukkan bahwa getaran terjadi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut. Karakteristik pergerakan sumber patahan tercatat bergerak turun (normal fault) saat melepaskan energi tekanannya.
3. Pemodelan Resmi Menyatakan Aman dari Bahaya Tsunami
Meskipun pusat gempa berada di kawasan perairan laut dengan kedalaman yang cukup dangkal, pemodelan matematis tsunami yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan hasil yang melegakan. Gempa bumi tektonik ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga warga yang bermukim di sepanjang kawasan pesisir pantai diimbau untuk tidak panik berlebihan.
4. Guncangan Dirasakan Nyata hingga Ternate dan Tidore
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), efek getaran gempa dirasakan dengan tingkatan yang berbeda di sejumlah wilayah:
- Skala V MMI: Dirasakan di wilayah Patani dan Patani Utara, Halmahera Tengah, di mana getaran dirasakan oleh hampir semua warga hingga membuat orang banyak terbangun.
- Skala IV MMI: Dirasakan di wilayah Patani Timur, Halmahera Tengah, yang pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
- Skala III MMI: Dirasakan di Kota Maba, Kota Weda, Kota Tidore, Kota Ternate, dan Kota Jailolo dengan getaran nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk besar melintas.
5. Belum Ada Aktivitas Gempa Susulan
Hingga Selasa petang pukul 15.45 WIB, hasil pemantauan alat deteksi BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Lembaga pemantau cuaca dan kegempaan nasional tersebut menegaskan akan terus memantau aktivitas seismik di perairan Halmahera secara berkala untuk memperbarui informasi kepada pihak terkait dan masyarakat luas.
Guna mencegah kepanikan dan korban cedera, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah percaya pada kabar burung yang disebarkan oleh sumber yang tidak bertanggung jawab. Warga juga diminta untuk memeriksa kondisi tempat tinggal masing-masing dan menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur akibat guncangan gempa.
Untuk memastikan keamanan informasi, masyarakat diminta hanya berpegang pada kanal komunikasi resmi yang terverifikasi, seperti aplikasi ponsel pintar WRS-BMKG dan InfoBMKG, situs resmi inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram resmi InaTEWS BMKG, serta akun media sosial resmi @infoBMKG.
Penulis : Cahya Hafid Abdillah
Editor : Iwan Iwe



















