SURABAYA - Guna memastikan dukungan terhadap proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) tetap berjalan lancar, tim dari Bank Pembangunan Jerman (KfW) melakukan tinjauan lapangan pada Senin (20/4) hingga Selasa (21/4/2026). Tim didampingi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui BTP Surabaya serta PT KAI Daop 8 Surabaya untuk meninjau kesiapan sekaligus memetakan hambatan di lokasi proyek.
Kegiatan yang dihadiri oleh Dirk Schneider selaku Senior Technical Adviser KfW ini menyasar sejumlah titik strategis yang saat ini telah memasuki tahap pengerjaan Detail Engineering Design (DED) oleh konsultan asal Jepang, Chodai Co. Ltd. Lokasi tersebut meliputi Depo Sidotopo, rencana Flyover Ambengan, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, rencana Flyover Bung Tomo, hingga Stasiun Sidoarjo.
Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA, Denny Michels Adlan, mengungkapkan bahwa tinjauan ini tidak hanya fokus pada Fase 1-A yang tengah dikerjakan, tetapi juga untuk memetakan potensi pengembangan tahap selanjutnya. "Kami melihat bagaimana fase selanjutnya akan dikerjakan, potensinya, obstacle yang ada, hingga prediksi permintaan (demand) penumpang beberapa tahun ke depan," ujar Denny.
Menariknya, dalam tinjauan di Stasiun Sidoarjo, pihak pengembang turut mempertimbangkan saran dan kritik masyarakat terkait perpanjangan rute. Muncul usulan agar rute SRRL nantinya dapat diperpanjang hingga ke Porong atau bahkan Malang. Menurut Denny, pihak KfW sangat terbuka dan menjadikan usulan perpanjangan rute ini sebagai poin yang patut dipertimbangkan dalam perencanaan jangka panjang.
Selain infrastruktur rel, kunjungan ini juga meninjau rencana pembangunan dua flyover yang menjadi satu paket dengan pengerjaan SRRL, yakni Flyover Bung Tomo Ngagel dan Flyover Ambengan. Pembangunan ini dinilai mendesak untuk mengatasi perlintasan sebidang, mengingat headway atau jarak antar kereta SRRL nantinya akan sangat singkat.
"Kami di DJKA sangat konsen terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Penanganan ini bukan hanya untuk saat ini, melainkan untuk jangka panjang seiring operasional SRRL nanti," tegas Denny.
Sebagai informasi, Surabaya Regional Railway Line (SRRL) merupakan proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan KfW yang meliputi pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi transportasi massal berbasis rel di wilayah Gerbangkertosusila. Saat ini, SRRL Fase 1-A yang menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng dengan Sidoarjo ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2030 mendatang. (*)
Editor : Iwan Iwe



















