MADIUN - Konflik di Timur Tengah kembali memanas menyusul eskalasi antara Iran dan Israel. Ketegangan yang ditandai dengan serangan balasan dan peningkatan aktivitas militer ini memicu kekhawatiran dunia Internasional terhadap stabilitas kawasan.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama menjelang pelaksanaan ibadah Haji yang berlangsung di Arab Saudi pada keberangkatan 27 April nanti.
Meski konflik meningkat, persiapan keberangkatan calon jemaah Haji di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.
Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umroh Kota Madiun, progres persiapan hingga kini telah mencapai sekitar 80 persen. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk memantau perkembangan situasi global.
Baca Juga : Daftar Tunggu Haji Disamakan Jadi 27 Tahun
Datik Ardiyah, Kepala kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Madiun menjelaskan, tahapan yang telah dilaksanakan meliputi pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau BIPIH, pengurusan paspor, serta proses penerbitan visa bagi calon jemaah. Selain itu, pembagian buku manasik Haji juga segera dilakukan sebagai bekal pemahaman tata cara ibadah sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Datik Ardiyah menyebutkan terdapat 227 jumlah jemaah Haji Kota Madiun yang akan berangkat. Terdiri dari 225 jamaah murni, 1 jamaah TPHD, dan petugas pembimbing ibadah Haji dari KBIHU.
"Dampak persiapan dari pelaksanaan ibadah Haji itu belum ada, untuk persiapan Haji sendiri semoga sudah 80%, kemarin kami menerima buku bimbingan manasik dan nanti tanggal 4, kami ada pemantapan ketua regu dan rombongan. Serta juga PPIH kloter, PPIH Arab Saudi. Nah ini nanti sekaligus kami bagi bukunya, dan semoga 20% kekurangan ini akan berjalan dengan lancar. Kalau untuk paspor, visa semua sudah aman," tambahnya.
Baca Juga : Haji 2026, Kemenag Magetan Tunggu Regulasi Terbaru
Kementerian Haji dan Umroh Kota Madiun menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal maupun kebijakan terkait pemberangkatan haji. Calon jemaah diminta tetap tenang, fokus melengkapi persyaratan administrasi, serta menjaga kondisi kesehatan. Pemerintah memastikan seluruh proses persiapan tetap berjalan optimal, meskipun dinamika geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















