SIDOARJO - Beredarnya informasi mengenai tingginya angka pelajar yang terpapar HIV/AIDS di Kota Delta, Sidoarjo, menyita perhatian serius dari publik. Warga menilai, kebenaran akan isu tersebut harus segera dipastikan guna mencegah timbulnya kepanikan serta keresahan masyarakat, sementara langkah preventif dan edukasi pergaulan bebas dinilai amat mendesak.
Jika isu tersebut terbukti benar, diperlukan langkah konkret dari pihak sekolah, orang tua, hingga dinas terkait untuk mencegah penularan yang semakin meluas.
Fauzan, warga Jumputrejo, Sukodono, Sidoarjo, mengaku miris mendengar kabar tersebut.
"Kalau saya sendiri sebagai warga merasa miris ya, apalagi di tingkat pelajar. Jadi harus ada pemerintah turun dalam hal ini agar ini tidak menjadi sebuah informasi yang menyesatkan," ujar Fauzan.
Ia menuntut tranparansi data dari Dinas Kesehatan maupun pemerintah setempat perihal sumber angka tersebut agar masyarakat khususnya pelajar tidak termakan oleh spekuliasi yang beredar.
"Dari sini kami sebagai warga sebetulnya ingin bertanya, data itu angkanya dari mana? Apakah itu betul-betul data yang dilakukan screening oleh dinas atau pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, atau angkanya seperti apa? Kami butuh informasi yang akurat. Jangan sampai teman-teman pelajar ini merasa terganggu dengan adanya informasi seperti ini," tambahnya.
Kalangan pelajar juga turut merespons isu pergaulan bebas yang rentan memicu penularan HIV, mereka mengimbau teman sesamanya untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan (circle). Arianti, seorang pelajar SMK di Sidoarjo, berpendapat bahwa menjaga batas pergaulan sangat penting saat ini.
"Sebaiknya kayak menjaga pergaulan mungkin ya, supaya enggak semakin menyebar. Karena katanya di Sidoarjo ini kan banyak sekali HIV kan, lebih dari kota-kota yang lain," ungkap Arianti.
Menurutnya, pelajar seharusnya menjauhi lingkungan yang buruk serta meminta orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan.
"Jauhi lingkungan yang buruk, pertemanan yang buruk, dan lebih menjaga. Serta kayaknya orang tua juga harus selalu waspada dan lebih memperhatikan anak-anaknya," pungkasnya.
Senada dengan Arianti, Shafa, siswa kelas 9 SMP di Sidoarjo, menilai kesadaran diri untuk menjaga diri sangat diperlukan.
"Menurut aku miris ya, soalnya kayaknya sudah tersebar di mana-mana aja," tutur Shafa.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo harus memberikan perhatian khusus dan tidak hanya fokus pada pembelajaran formal.
"Terkait dengan banyaknya pelajar (terpapar), nah ini menjadikan catatan khusus terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Harus benar-benar ada treatment khusus, tidak hanya menyampaikan bahan ajar saja, tapi juga peka terhadap gerakan/geliat dari siswa-siswanya," tegas Rizza.
Pemerintah Daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan verifikasi data secara terbuka sekaligus memperkuat program edukasi kesehatan reproduksi dan pengawasan pergaulan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Dia Vionita)
Editor : M Fakhrurrozi



















