KEDIRI - Penutupan Jembatan Kaliombo 1 yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung membawa berkah bagi jasa penyeberangan perahu tambang di Sungai Brantas. Jumlah penumpang meningkat hingga 50 persen sejak revitalisasi jembatan dimulai.
Sejak Sabtu (6/6), penyeberangan perahu tambang di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, tampak ramai dipadati warga. Banyak pengendara memilih menyeberang menggunakan perahu tambang untuk menghindari jalur alternatif yang lebih jauh dan macet.
Salah seorang warga, Zainal Abidin, mengatakan penyeberangan perahu menjadi solusi tercepat pasca penutupan Jembatan Kaliombo 1. Selain tarifnya murah, waktu tempuh juga lebih singkat dibanding memutar lewat jalur alternatif.
“Kalau lewat jalur alternatif terlalu jauh, bisa sampai tujuh kilometer. Belum lagi macet di beberapa titik,” ujarnya.
Baca Juga : Jembatan Kaliombo Ditutup, Perahu Tambang di Sungai Brantas Kebanjiran Penumpang
Penyeberangan perahu tambang tersebut menghubungkan Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri dengan Desa Bulu, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Jalur ini kini menjadi pilihan utama sebagian warga untuk mobilitas harian.
Pemilik usaha perahu tambang, Ali, mengaku jumlah penumpang meningkat signifikan sejak jembatan ditutup untuk revitalisasi. Jika biasanya satu kali penyeberangan hanya mengangkut sekitar 10 orang, kini meningkat menjadi sekitar 15 penumpang.
“Ramainya terasa sejak penutupan jembatan. Penumpang bertambah cukup banyak,” katanya.
Baca Juga : Es Campur 22 Pak Cipto, Kuliner Legendaris Kediri yang Bertahan Sejak 1980
Meski jumlah penumpang meningkat, tarif penyeberangan tidak mengalami kenaikan. Pengguna jasa perahu tambang masih dikenakan tarif Rp 2 ribu untuk setiap sepeda motor yang menyeberang.
Warga berharap revitalisasi Jembatan Kaliombo 1 dapat segera rampung agar akses penghubung Kediri - Tulungagung kembali normal dan kemacetan di jalur alternatif bisa berkurang. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















