PROBOLINGGO - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Jemaah tersebut adalah Asraf Bin Sudami, 65 tahun, warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran.
Almarhum wafat pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 02.30 Waktu Arab Saudi. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya terus menurun.
Plh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, mengatakan almarhum merupakan jemaah kloter 1 dan tergabung dalam KBIHU NU Barat Kabupaten Probolinggo.
“Beliau termasuk jemaah risiko tinggi sedang dengan pendampingan obat karena memiliki riwayat diabetes dan kolesterol,” ujar Ervin, Jumat (15/4/2026) pagi.
Baca Juga : Hari Ke-24 Ibadah Haji, 32.622 Jemaah Embarkasi Surabaya Telah Berangkat dan 6 Wafat di Tanah Suci
Menurutnya, kondisi kesehatan almarhum mulai terganggu sejak 11 Mei 2026. Saat itu, almarhum mengalami sesak napas dan demam sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
“Berdasarkan laporan dari petugas kesehatan, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz karena mengalami sesak napas dan demam,” katanya.
Tidak hanya itu, kondisi pasien juga terus menurun hingga kesadarannya berkurang. Tim dokter kemudian memutuskan untuk melakukan rujukan agar pasien mendapat penanganan lebih lanjut.
Baca Juga : Imigrasi Gagalkan 42 Calon Haji Ilegal, Pemerintah Tegaskan “Tidak Ada Haji Tanpa Izin”
“Dokter menyarankan agar pasien segera dirujuk karena membutuhkan perawatan intensif,” jelasnya.
Setelah menjalani perawatan lanjutan, almarhum ditempatkan di ruang Intensive Care Unit atau ICU. Pada 12 mei 2026, tim medis memasang ventilator karena pasien mengalami gagal napas.
“Beliau sempat menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator karena kondisi gagal napas yang dialami,” ungkap Ervin.
Baca Juga : Isak Tangis Iringi Keberangkatan Ratusan Jemaah Calon Haji Asal Pacitan
Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, kondisi kesehatan almarhum disebut semakin kritis sehari sebelum meninggal dunia.
“Pada 13 Mei kondisinya semakin memburuk dan akhirnya wafat pada 14 Mei dini hari Waktu Arab Saudi,” tuturnya.
Di tengah kondisi sakit yang dialami, almarhum sebelumnya sempat melaksanakan umrah wajib sekitar satu pekan sebelum wafat.
Baca Juga : Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan
“Alhamdulillah beliau masih sempat menjalankan umrah wajib sebelum meninggal dunia,” katanya lagi.
Saat ini seluruh proses administrasi kematian telah ditangani petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI. Riyati 50 tahun, istri almarhum yang turut berangkat haji juga telah mendampingi proses pemulasaraan jenazah hingga mengikuti salat jenazah di masjidil haram.
“Istri almarhum (Riyati) juga sudah mengikuti salat jenazah di Masjidil Haram dan seluruh administrasi sudah diurus petugas. Untuk pemakaman belum ada konfirmasi dari petugas kloter,” ujar Ervin.
Baca Juga : Nunggu 9 Tahun, Kakak Beradik di Blitar Akhirnya Berangkat Haji, Sang Kakak Jadi Tertua
Sementara itu, pelaksanaan badal haji untuk almarhum nantinya akan dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi. Sedangkan barang bawaan almarhum akan tetap diserahkan kepada pihak keluarga yang mendampingi di tanah suci.
“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga Almarhum Husnul Khatimah,” pungkasnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















