SURABAYA - Social Media Animal Cruelty atau SMACC menyebutkan bahwa pada 2024 lalu terdapat 83.022 kekejaman terhadap hewan di dunia maya mulai dari platorm Facebook hingga TikTok.
Tidak cukup dengan edukasi, aksi nyata juga harus dilakukan demi menurunkan kasus kekejaman hewan. Komunitas Jaga Satwa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Involuntir Surabaya berkolaborasi dalam mewujudkan kegiatan peduli hewan.
Kolaborasi tersebut dilakukan dengan melaksanakan aksi bertajuk Purrfect Day Out: Aksi Berbagi Kasih Sayang kepada Kucing UNESA Kampus 1 Ketintang pada Kamis (9/5/2026).
Purrfect Day Out adalah kegiatan memberi makan kucing atau yang akrab disebut street feeding. Lokasi street feeding kali ini berada di area Danau UNESA Ketintang yang terletak persis di tengah lingkungan kampus.
Baca Juga : Unesa Kukuhkan 9 Guru Besar Baru, Salah Satunya Profesor Disabilitas Penemu Obat Diabetes
Kegiatan ini dikemas dalam konsep fun and playful, diawali dengan perkenalan setiap peserta dan bermain games sebelum masuk ke kegiatan utama.
Selaras dengan tujuan Involuntir Surabaya yang berfokus pada kepedulian dan kemanusiaan, kegiatan Purrfect Day Out diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli kepada sesama makhluk hidup.

Aksi street feeding juga bertujuan memenuhi salah satu aspek animal welfare (kesejahteraan hewan), yaitu “Freedom from hunger and thirst” atau bebas dari rasa lapar dan haus.
"Kita usahakan kasih makan mereka setiap hari minimal sekali. Kalau ada donasi lebih dari teman-teman kita bisa kasih makannya dua kali sehari," ujar Aya selaku Ketua Umum Jaga Satwa UNESA.
Pemberian makanan kucing juga memperhatikan kebersihan lingkungan kampus dengan konsisten menggunakan piring sebagai alas makan. Ini bertujuan tidak ada sisa pakan yang mengundang semut dan lalat.
Selama Purrfect Day Out, anggota Jaga Satwa juga menyampaikan edukasi seputar tindakan sterilisasi atau pengangkatan organ reproduksi kucing guna mengontrol populasi.
Ciri-ciri kucing sudah steril adalah memiliki eartip atau terdapat sobekan kecil di salah satu telinga mereka yang diambil saat proses operasi. Ini merupakan tanda yang dengan mudah dilihat pada telinga kucing.
Ketua Jaga Satwa juga menceritakan kondisi kucing di kampus beberapa tahun lalu. Menurutnya, hampir di setiap gedung banyak kitten atau anak kucing yang telantar dan kondisinya tidak terawat.
Hal tersebut terjadi karena proses berkembang biak kucing yang cepat dan tidak terkontrol. Berdasarkan data Jaga Satwa tahun 2026, kurang lebih sekitar 80% kucing UNESA telah disteril atau kebiri.
“Sejak 2023 sampai sekarang Jaga Satwa selalu melakukan sterilisasi setiap bulan,” kata Aya menambahkan.
Biaya operasional sterilisasi didapatkan dari iuran anggota Jaga Satwa dan donasi seluruh mahasiswa UNESA dalam gerakan #Berbagi5Ribu.

Kegiatan Purrfect Day Out tidak hanya ditutup dengan sesi dokumentasi. Dengan adanya kegiatan ini, Jaga Satwa dan Involuntir Surabaya bersama-sama melayangkan harapan kepedulian terhadap hewan.
Harapannya, agar semakin banyak tercipta kegiatan yang dapat menumbuhkan kepedulian kepada sesama makhluk hidup sehingga keseimbangan ekosistem dapat tercapai.
Editor : Khasan Rochmad



















