NGAWI - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, pelaku usaha jasa jahit pakaian di Kabupaten Ngawi kebanjiran pesanan seragam sekolah. Tingginya permintaan membuat para penjahit harus bekerja lembur agar seluruh pesanan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Salah satu usaha jahit yang mengalami lonjakan pesanan berada di Kelurahan Margomulyo, Kabupaten Ngawi. Sebagian besar pesanan yang diterima saat ini merupakan seragam sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pemilik usaha, Sholikin, mengatakan telah menekuni profesi sebagai penjahit sejak 1998. Menurutnya, peningkatan pesanan selalu terjadi setiap menjelang tahun ajaran baru.
"Setiap tahun ajaran baru, pesanan seragam sekolah meningkat cukup signifikan. Meskipun sudah dibantu tujuh karyawan, kami tetap harus lembur agar semua pesanan bisa selesai tepat waktu sebelum anak-anak mulai masuk sekolah," ujar Sholikin.
Baca Juga : Musim Kemarau, Puluhan Rumah di Bukit Kapur Ngawi Kesulitan Air Bersih
Ia menjelaskan, tingginya permintaan membuat sebagian pelanggan harus bersabar menunggu antrean pengerjaan. Untuk satu stel seragam sekolah, tarif yang dipatok berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp180 ribu, tergantung ukuran dan model yang dipesan.
Pada hari-hari biasa, usaha jahit miliknya lebih banyak menerima pesanan pakaian umum, seperti batik, jas, dan berbagai jenis pakaian lainnya. Namun, menjelang tahun ajaran baru, mayoritas pesanan didominasi pembuatan seragam sekolah.
Sholikin mengaku momentum tahun ajaran baru menjadi periode paling sibuk sekaligus membawa berkah bagi usahanya. Lonjakan pesanan seragam sekolah setiap tahun turut mendongkrak pendapatan serta memberikan tambahan pekerjaan bagi para karyawan yang terlibat dalam proses produksi.
Editor : JTV Madiun



















