Menu
Pencarian


Harga Daging Ayam di Pasar Besar Malang Anjlok, Pedagang Justru Pusing karena Sepi Pembeli

Ali Makhrus - Jumat, 10 Juli 2026 15:34
Harga Daging Ayam di Pasar Besar Malang Anjlok, Pedagang Justru Pusing karena Sepi Pembeli
HARGA AYAM TURUN, PEMBELI MALAH SEPI

MALANG - Biasanya, penurunan harga komoditas menjadi kabar baik bagi konsumen maupun pedagang. Namun, fenomena berbeda justru terjadi di Pasar Besar Kota Malang belakangan ini. Harga daging ayam ras yang jatuh ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir justru tidak diiringi dengan ramainya pembeli. Alih-alih untung, para pedagang kini dibuat pusing tujuh keliling.

Saat ini, harga daging ayam ras di Kota Malang berkisar antara Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan beberapa pekan lalu yang sempat menembus Rp34.000 per kilogram. Namun, alih-alih memicu lonjakan omzet, suasana di lapak-lapak daging ayam justru terlihat sunyi.

Pemandangan lesu terlihat di sejumlah lapak daging ayam di Pasar Besar Kota Malang. Para pedagang tampak berjaga seperti biasa, tetapi hanya sesekali melayani pembeli yang datang. Padahal, harga jual sedang berada di titik terendah.

Para pedagang mengaku bahwa penurunan harga ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, bertepatan dengan masa libur sekolah. Kondisi tersebut membuat permintaan pasar merosot tajam, sementara stok ayam potong melimpah dan harus habis setiap harinya agar tidak membusuk.

Baca Juga :   Pro Kontra Pembangunan Pasar Besar Kota Malang

Dalam kondisi normal, seorang pedagang biasanya mampu menjual 35 hingga 45 ekor ayam per hari. Namun kini, dari target harian tersebut, rata-rata masih tersisa sekitar 20 ekor ayam yang belum terjual hingga pasar tutup.

Hamidah, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Besar Malang, membenarkan kondisi pelik ini.

"Memang anjlok, Mas, anjlok banyak harganya. Ayam ada yang harganya Rp26.000, ada yang Rp28.000, ada yang Rp30.000. Sudah seminggu ini harganya begini, tapi jualannya tetap macet (sepi)," ujar Hamidah saat ditemui di lapaknya.

Bagi para pedagang, harga modal yang murah tanpa diimbangi oleh daya serap pasar yang tinggi tidak akan pernah membawa keuntungan. Justru sebaliknya, kondisi ini berpotensi besar menekan pendapatan harian dan memicu kerugian modal.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan solusi melalui kebijakan yang tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga di tingkat peternak, tetapi juga menjamin kelancaran rantai distribusi. Dengan begitu, keberlangsungan usaha para pedagang ayam potong di pasar tradisional dapat tetap terjaga. (*)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.