BOJONEGORO - Sejumlah titik jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro menuju Babat, Lamongan, serta ke arah Ngawi mengalami kerusakan parah. Kondisi jalan berlubang dan tidak rata ini dikeluhkan warga karena kerap memicu kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan terjadi sepanjang kurang lebih 30 kilometer, di antaranya di ruas Kecamatan Kapas hingga Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Pada sejumlah titik, badan jalan tampak berlubang, retak, dan bergelombang, sehingga licin saat hujan.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan. Pengendara yang melintas harus ekstra waspada untuk menghindari oleng, terjatuh, maupun terlibat kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat intensitas hujan tinggi.
Jalur ini merupakan jalan nasional sekaligus akses utama penghubung Bojonegoro menuju Babat, Lamongan, serta kota-kota besar seperti Surabaya dan Jombang. Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga dinilai menghambat aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.
Baca Juga : Belasan Tahun Jalan Rusak, Warga Butun Blitar Pasang Spanduk Protes
Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas Polres Bojonegoro, angka kecelakaan di jalur tersebut tergolong tinggi. Dalam satu tahun terakhir tercatat sebanyak 990 kejadian kecelakaan, dengan jumlah korban jiwa mencapai 182 orang.
Warga mengaku kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah saat musim penghujan, akibat kontur tanah yang labil dan mudah bergerak. Mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian dengan melakukan perbaikan menyeluruh agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
Editor : JTV Madiun



















