KOTA MALANG - Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 resmi dibuka di Taman Rekreasi Selecta, Kota Batu. Perhelatan tahunan jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) ini mengusung tema “Nusantaraya – Senyawa Malang Raya.” Kota Batu menjadi tuan rumah pembuka, menandai dimulainya rangkaian festival kreatif terbesar di Indonesia.
Pembukaan berjalan meriah dengan kehadiran ratusan delegasi dari berbagai kota, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, pelajar, dan perwakilan kementerian.

Baca Juga : Pesona Kali Cokel Pacitan, Perpaduan Alam Asri dan Petualangan Sungai yang Seru
Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan kepada Kota Batu sebagai lokasi pembukaan ICCF 2025. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dan menerjemahkan kreativitas sebagai kekuatan pembangunan.
“Kami sangat menyambut baik pelaksanaan ICCF 2025 di Malang Raya, khususnya dengan Kota Batu sebagai lokasi pembukaan. Ini menjadi ruang konsolidasi dan kerja kreatif bersama yang harus terus dijaga. Kreativitas dan inovasi adalah fondasi masa depan,” ujar Nurochman.
Baca Juga : Bertemu Direksi InJourney, Bupati Ipuk Perkuat Ekosistem Pariwisata Banyuwangi
Pemilihan Taman Rekreasi Selecta sebagai titik pembukaan memiliki muatan historis. Selain menjadi ikon wisata Kota Batu, Selecta menyimpan nilai sejarah sebagai salah satu cikal bakal industri wisata modern di Indonesia. Di tempat ini, Presiden Soekarno disebut pernah meresmikan tonggak awal geliat pariwisata tahun 1944, jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Selecta adalah satu-satunya perusahaan wisata yang dimiliki masyarakat dan tetap bertahan hingga kini. Karena sejarah itu hidup dan terus diwariskan, malam ini kami resmikan Selecta sebagai Living Museum,” lanjutnya.
Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, menyebut penetapan Selecta sebagai Living Museum merupakan upaya pelestarian sejarah secara aktif. Museum hidup ini akan menyajikan edukasi pariwisata, budaya, dan nilai gotong royong yang telah menjadi landasan Selecta sejak 1930.
Baca Juga : Ribuan Wisatawan Mancanegara Kunjungi Kota Batu di Tahun 2025
“Kami ingin generasi muda tidak hanya melihat sejarah sebagai arsip, tetapi sebagai pengalaman. Selecta bukan sekadar taman rekreasi, melainkan warisan perjalanan kebudayaan masyarakat Batu,” ujar Sujud.

Acara pembukaan turut dihadiri antara lain Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Wakil Bupati Garut, jajaran kepala dinas Kota Batu, pengurus ICCN, serta pelaku kreatif dan tokoh masyarakat.
Baca Juga : PAD Pariwisata Pacitan Capai 96 Persen Jelang Akhir 2025, Target Diprediksi Tercapai Saat Libur Nataru
Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menegaskan bahwa ICCF 2025 merupakan ruang konsolidasi gerakan kreatif nasional yang telah terbangun selama sepuluh tahun. ICCN mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Hexa Helix: pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media, dan lembaga finansial.
“ICCF 2025 adalah wujud nyata kerja bersama. Malang Raya menjadi simbol persenyawaan kreativitas tiga daerah: Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Ini adalah contoh persaudaraan kreatif yang relevan untuk Indonesia menuju 2045,” tegasnya.
Sebelum pembukaan, delegasi mengikuti City Tour Agro Kreatif dan Produk Lokal Fest yang menampilkan potensi agro, kuliner, dan UMKM Kota Batu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi fondasi ekonomi yang berkelanjutan dan berakar pada budaya.
Baca Juga : ICCF 2025 Resmi Dibuka di Kota Batu, Selecta Ditetapkan sebagai Living Museum Pariwisata
ICCF 2025 akan berlangsung pada 6–10 November 2025 dengan rangkaian agenda di tiga wilayah:
Kota Batu: Pembukaan dan City Tour Agro Kreatif
Kota Malang: Festival Mbois 10 / FMX dan International Conference
Kabupaten Malang: Creative Village Tour dan penutupan
Festival ini menjadi ruang perjumpaan ide, inovasi, dan perayaan keberagaman budaya lintas kota dan generasi. ICCF 2025 menegaskan bahwa budaya adalah fondasi pembangunan yang inklusif, lestari, dan kreatif — dari tapak lokal menuju jejaring global.(Rafli Firmansyah)
Editor : JTV Malang




















